Erdogan terima laporan soal operasi anti-teror di utara Suriah

Presiden Turki mengunjungi pusat komando dan kontrol di perbatasan Provinsi Sanliurfa pada Minggu

Erdogan terima laporan soal operasi anti-teror di utara Suriah

ANKARA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi pusat komando dan kontrol di perbatasan Provinsi Sanliurfa pada Minggu.

Selama kunjungan itu, dia menerima laporan terbaru soal operasi yang sedang berlangsung di utara Suriah.

Dia didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu, Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar, Kepala Staf Umum Jenderal Yasar Guler, kepala intelijen Hakan Fidan, Direktur Komunikasi Fahrettin Altun, Gubernur Sanliurfa Abdullah Erim, dan anggota senior Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), partai yang berkuasa di Turki saat ini.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengusir para teroris, menciptakan zona aman di sepanjang perbatasannya, dan menjamin repatriasi yang aman bagi para pengungsi Suriah.

Ankara telah berulang kali menyatakan tekadnya untuk mengamankan perbatasannya dengan Suriah Utara dari kelompok teroris Daesh / ISIS dan YPG / PKK.

Pada 17 Oktober, Ankara dan Washington mencapai kesepakatan untuk menghentikan operasi selama 120 jam untuk memungkinkan penarikan teroris YPG / PKK dari zona aman.

Kemudian pada 22 Oktober, Turki juga mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk memaksa YPG / PKK mundur dari zona bebas teror.

Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun , PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 jiwa, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.

*Ditulis oleh Sena Guler

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA