Erdogan peringati hari pendirian Republik Turki Siprus Utara ke-36

Presiden Turki mengatakan tidak akan pernah membiarkan siapa pun merebut hak Siprus Turki atas sumber daya hidrokarbon

Erdogan peringati hari pendirian Republik Turki Siprus Utara ke-36

ANKARA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingati hari pendirian Republik Turki Siprus Utara ke-36 yang jatuh pada Jumat.

Dalam sebuah pesan yang dirilis pada Kamis, Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak akan pernah mengizinkan siapa pun untuk merebut hak-hak Siprus Turki atas sumber daya hidrokarbon.

"Saudara-saudara di Siprus Turki memahkotai negara mereka, yang mereka dirikan dengan perjuangan dan pengorbanan besar, dengan prestasi mereka dalam demokrasi dan ekonomi," ujar dia.

"Namun, upaya mereka untuk mencapai solusi politik yang adil, abadi dan berkelanjutan di pulau itu belum dijawab di sisi selatan Siprus," tambah presiden.

Erdogan menekankan bahwa sisi Siprus Yunani tidak mau berbagi pulau dengan warga Siprus Turki berdasarkan kesetaraan politik dan mengatakan bahwa pengucilan Siprus Turki terus berlanjut, meskipun negara itu telah menawarkan kemudahan untuk solusi politik.

"Pada hari kebanggaan ini, kami sekali lagi berbagi antusiasme dan kegembiraan kemerdekaan Siprus Turki, yang kami lihat sebagai bagian integral dari negara Turki," ujar dia.

"Saya dengan hormat menghormati para martir dan veteran kita dan berharap masa depan yang damai, aman dan sejahtera dari Tuhan, rakyat TRNC dan Turki," tambah Erdogan.

Ankara telah secara konsisten menentang pengeboran sepihak pemerintah Siprus Yunani di Mediterania Timur, menegaskan bahwa TRNC juga memiliki hak atas sumber daya di wilayah tersebut.

"Tidak seorang pun, terutama Uni Eropa, memiliki hak untuk mengubah Siprus Turki menjadi tawanan persaingan Siprus Yunani," kata Erdogan.

Sebagai negara penjamin Republik Turki Siprus Utara (TRNC), Turki melakukan kegiatan eksplorasi hidrokarbon di Mediterania Timur dengan dua kapal pengeboran, Fatih dan Yavuz, bersama dengan kapal seismik Oruc Reis dan Barbaros Hayrettin Pasa di wilayah yang sama.

"Upaya Turki untuk solusi politik yang adil dan berkelanjutan di Siprus tidak dibalas oleh pihak selatan," tambah dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA