Ekonomi Turki: "Cari apa yang diperlukan, bukan pemborosan”

Para ahli memuji pentingnya geo-politik Turki dan bagaimana warisannya dapat menjadi cahaya utama bagi modernitas

Ekonomi Turki:

ISTANBUL

Turki adalah negara yang istimewa karena secara bersamaan hidup dalam sistem geo-politik dan ekonomi modern yang terintegrasi penuh, kata seorang ekonom.

Mohamad Hammour, profesor ekonomi Universitas Ibn Haldun Istanbul, mengatakan bahwa Turki tidak dapat "mengalami masalah ekonomi atau hal lain yang terpisah dari sistem yang terintegrasi dengannya".

"Turki, karena kebutuhan, harus tunduk pada pengaruh aliran modal dan adaptasi terhadap sistem lingkungan yang merupakan sistem dunia ... banyak dari krisis mata uang yang terjadi di Turki menjadi bagian dari global, ekonomi internasional," Hammour kata mengacu pada fluktuasi ekonomi Turki.

Berbicara dengan Anadolu Agency di sela-sela simposium Ibn Haldun ke-5 para ilmuwan seluruh dunia mendiskusikan pandangan sarjana Arab abad ke-14, Ibn Khaldun tentang kekuasaan, ekonomi dan moralitas.  

Hammour mengatakan bahwa Turki juga memiliki warisan dan “itu mungkin dengan cara yang sama, Turki secara geografis berada di persimpangan Asia dan Eropa ”.

"Turki juga berada di persimpangan peradaban di mana Ibn Khaldun berkembang dan peradaban modern sebagai bagian dari sejarahnya," kata dia.

 "[Jadi,] Turki memiliki posisi yang strategis untuk memahami dan membantu dunia modern memahami lebih baik kondisi modernnya pada cermin peradaban yang merupakan warisannya," tambah profesor ekonomi itu.

Profesor Universitas Duke di Amerika Serikat Prasenjit Puara mengatakan keadaan ekonomi di Turki terkait dengan seluruh dunia.

"Apa yang diderita Turki adalah apa yang diderita sebagian dunia," kata Puara.

“Ini ada hubungannya dengan kekuatan global dan fakta bahwa AS sekarang menarik banyak modal global kembali ke sana, ”jelas Puara.

"Semua orang sangat gugup pada saat ini," tambahnya. "Turki menghadapi ketegangan [ekonomi] global."

Profesor Universitas Ibn Haldun Bruce Lawrence mengatakan bahwa keadaan ekonomi saat ini sedang mengalami "penyesuaian".

“Viz-a-viz many many countries, Turkey is still in enviable [economic] position; one has to recognize if the crisis had to be shorter rather longer, people have to look for what is necessary not what is extravagant,” Lawrence said.

“Dibandingkan banyak negara, ekonomi Turki masih cukup bagus. Kita harus mengakui krisis harusnya lebih pendek. Masyarakat mencari apa yang diperlukan, bukan pemborosan, ”kata Lawrence.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA