Demonstrasi di Irak dihentikan selama peringatan Arbain

Pengunjuk rasa akan melanjutkan demonstrasi setelah upacara peringatan Arbain

Demonstrasi di Irak dihentikan selama peringatan Arbain

BAGHDAD 

Masyarakat di kota-kota yang berpenduduk mayoritas Syiah di Irak menghentikan demonstrasi anti-pemerintah selama upacara peringatan Arbain.

Seorang aktivis dari Provinsi Diwaniya Salim al-Jasur mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa aksi demonstrasi masih berlanjut di daerahnya hingga kemarin.

Namun setelah ada intervensi dari aparat keamanan para demonstran tak melakukan perlawanan dan membubarkan diri.

Al-Jasur menuturkan para demonstran memutuskan untuk berhenti melakukan aksi hingga acara peringatan Arbain berakhir.

Masyarakat akan melanjutkan demonstrasi setelah peringatan Arbain, mereka akan terus menuntut peningkatan layanan publik dan oknum yang korup diadili serta mendorong pemerintah menciptakan peluang kerja, ungkap al-Jasur.

Haldun al-Ahmed, seorang aktivis dari kota Samawah Irak, mengatakan para pengunjuk rasa di daerahnya kini sedang menghentikan aksi protes mereka.

Ahmed mengatakan bahwa tujuan dari pengambilan keputusan ini untuk memastikan masyarakat dapat berpartisipasi dalam upacara Arbain dan aparat keamanan dapat melakukan tugasnya dengan mudah.

Arbain adalah upacara mengenang hari ke-40 pasca-kesyahidan cucu Nabi Muhammad, Husain yang digelar pada tanggal 20 Safar tahun Hijriah tiap tahunnya.

Hari peringatan Arbain tersebut menjadi salah satu libur resmi yang ditetapkan di Iran.

Kelompok Syiah dari berbagai belahan dunia mendatangi Karbala, Irak setiap tahunnya untuk melakukan Longmarch peringatan Arbain.

Upacara Arbain tahun ini akan digelar pada hari Sabtu, tanggal 19 Oktober depan.

Menurut Organisasi Hak Asasi Manusia Irak, setidaknya 19 orang tewas dalam demonstrasi anti-pemerintah di Baghdad dan kota-kota selatan Irak sejak 1 Oktober kemarin.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA