CSTO minta AS perbarui perjanjian pengurangan senjata dengan Rusia

Rusia menyarankan kepada sesama anggota CSTO bahwa rencana kerja sama militer lima tahun akan dibentuk

CSTO minta AS perbarui perjanjian pengurangan senjata dengan Rusia

MOSKOW (AA) - Anggota aliansi militer Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO) pada Kamis meminta Amerika Serikat memperbarui Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) dengan Rusia.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis di ibu kota Kirgistan, Bishkek, setelah pertemuan, para kepala enam negara anggota CSTO (Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgistan, Rusia dan Tajikistan) mengatakan mereka prihatin dengan situasi keamanan internasional yang memburuk dan melemahnya mekanisme hukum untuk pemeliharaannya.

"Kami menyesalkan penghentian Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah dan sangat prihatin tentang masa depan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis, yang berakhir pada Februari 2021. Dalam hal ini, kami berharap untuk perpanjangan perjanjian penting yang fundamental ini," kata pernyataan itu.

Para pemimpin juga sepakat untuk memperkuat potensi pertahanan mereka.

Dalam hal ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa rencana kerja sama militer lima tahun akan dibentuk.

Para pemimpin CSTO juga mendesak dunia untuk kembali ke diplomasi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dan untuk mengembangkan dasar hukum internasional guna memfasilitasi penyelesaian konflik.

Dalam hal ini, CSTO membentuk dua jenis keanggotaan baru - pengamat dan mitra - untuk meningkatkan keterbukaannya.

Afghanistan dan Serbia sudah bergabung sebagai pengamat.

Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO) adalah sebuah aliansi militer antar-pemerintahan yang ditandatangani oleh enam negara pecahan Soviet pada 15 Mei 1992.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA