China akan tetapkan kuota energi terbarukan pada akhir 2018

Sistem kuota energi terbarukan yang baru bertujuan untuk lebih memanfaatkan sumber terbarukan dan mengurangi limbah

China akan tetapkan kuota energi terbarukan pada akhir 2018

ANKARA

China berencana untuk memperkenalkan sistem kuota energi terbarukan yang baru pada akhir tahun untuk lebih memanfaatkan sumber terbarukan dan mengurangi limbah, menurut rencana aksi pemerintah yang diumumkan Selasa.

Diformulasikan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) dan Administrasi Energi Nasional, Rencana Aksi Konsumsi Energi Bersih (2018-2020) menetapkan bahwa tingkat energi terbarukan yang terbuang akan berkurang dari 12 persen menjadi 5 persen pada 2020.

Sebagai bagian dari sistem kuota baru, target minimum konsumsi energi terbarukan akan ditetapkan untuk setiap wilayah di China.

Perusahaan-perusahaan pembangkit listrik yang termasuk dalam skema akan menerima sertifikat energi terbarukan ketika mereka membeli energi terbarukan dan akan diminta untuk membeli sertifikat tambahan jika mereka gagal memenuhi target wajib.

Menurut rencana, NDRC akan menyiapkan mekanisme baru dan kebijakan penetapan harga.

Komisi ini juga akan menerapkan sistem yang akan mengharuskan pemerintah daerah untuk menyediakan listrik yang dihasilkan dari akses prioritas terbarukan ke pasar.

Konsumen industri yang memiliki pembangkit listrik sendiri juga akan didorong untuk menghasilkan sebagian besar listrik mereka dari sumber energi terbarukan lokal.

China adalah konsumen energi terbesar di dunia dan sedang berupaya untuk meningkatkan pangsa energi non-fosil dalam total konsumsi energi primer menjadi 15 persen pada 2020 dan hingga 20 persen pada 2030.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA