Chili bantah lakukan pelanggaran HAM selama protes

Presiden mengatakan pemerintah menghadapi gelombang kekerasan kriminal dengan instrumen demokratis dan supremasi hukum selama protes

Chili bantah lakukan pelanggaran HAM selama protes

ANKARA 

Presiden Chili Sebastian Pinera membantah pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pasukan keamanan selama protes anti-pemerintah.

Berbicara pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (COP25) 2019 di Madrid pada Senin, Pinera mengatakan negaranya mengalami tiga situasi simultan yang sangat berbeda dalam enam minggu terakhir.

Dia menekankan bahwa pemerintahannya berhasil mencapai kemajuan ekonomi dan sosial yang menempatkan Chili sebagai pemimpin pembangunan ekonomi dan manusia di Amerika Latin.

"Pertama, [ada] gelombang kekerasan kriminal yang kami hadapi dengan instrumen demokrasi dan supremasi hukum, melindungi hak asasi manusia semua orang," kata presiden.

Dia menambahkan bahwa tindakan pemerintah sedang diselidiki oleh kantor kejaksaan dan akan diadili oleh pengadilan.

Pinera juga menggarisbawahi bahwa pemerintahannya memiliki agenda sosial yang kuat untuk memenuhi tuntutan keadilan sosial yang lebih besar dari para demonstran, serta pakta sosial baru yang dia terima pada awal November untuk menggantikan konstitusi kediktatoran Augusto Pinochet.

"Kami yakin bahwa dengan persatuan dan kebesaran yang selalu menjadi ciri rakyat Chili, kami akan mengatasi masa-masa sulit ini," tambah dia.

Sebelumnya, konferensi iklim direncanakan digelar di Santiago, Chili, tetapi karena kerusuhan yang terjadi di Ibu Kota Santiago, konferensi itu dipindahkan ke ibu kota Spanyol, Madrid.

Meskipun begitu, Chili tetap mengamankan kursi kepresidenan pada pertemuan tersebut pertemuan.

Protes yang dimulai sebagai tanggapan atas kenaikan tarif transportasi sebesar 4 persen berubah menjadi kekerasan pada 19 Oktober dan menewaskan sedikitnya 23 orang.

Menurut Institut Nasional Hak Asasi Manusia, lebih dari 6.000 orang telah ditangkap dan 2.400 lainnya terluka - 241 di antaranya menderita cedera mata - selama selama sebulan terakhir.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA