Bolivia tunjuk dubes untuk AS, setelah kosong 11 tahun

Penunjukkan duta besar itu harus mendapatkan persetujuan dari Majelis Senator, yang didominasi oleh para pendukung Morales

Bolivia tunjuk dubes untuk AS, setelah kosong 11 tahun

BUENOS AIRES

Pemerintah sementara Bolivia menunjuk perwakilan tetap Bolivia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Walter Oscar Serrate sebagai duta besar negaranya untuk Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri, penunjukkan duta besar untuk AS itu dilakukan atas instruksi dari Menteri Luar Negeri Karen Longaric.

Sementara untuk memulai tugasnya itu, Serrate harus mendapatkan persetujuan dari Majelis Senator, yang mana para pendukung Evo Morales mendominasi institusi tersebut.

Bolivia di bawah kepemimpinan Evo Morales pada 2008 mengirim duta besar AS kembali ke negaranya karena dituding ikut campur urusan dalam negeri Bolivia.

lalu Washington menanggapi langkah Bolivia itu dengan melakukan tindakan yang sama.

Pada 2010 kedua negara menandatangani perjanjian untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara, tetapi perjanjian itu gagal beroperasi.

Kekacauan di Bolivia dimulai pada bulan Oktober, ketika pemimpin adat itu memenangkan masa jabatan keempat dan menghadapi perlawanan langsung dari partai-partai oposisi yang menentang hasil pemilihan.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan mengklaim surat suara itu dicurangi.

Setelah berminggu-minggu pergolakan, Morales mengundurkan diri di bawah tekanan dari militer dan pindah ke Meksiko, di mana dia ditawari suaka politik.

Anez konservatif, yang telah melayani sebagai senator pada saat itu, kemudian menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.

Namun demikian demonstrasi publik belum surut, dengan sebagian besar pendukung pro-Morales pedesaan dan pribumi turun ke jalan dalam banyak kutipan, termasuk ibukota La Paz, sejak Morales meninggalkan negara itu.

Pendukung Morales bersikeras penggulingan mantan presiden terpilih adalah kudeta.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA