Banjir landa Kongo, 37.000 orang terlantar

Warga sangat membutuhkan air, obat-obatan dan makanan

Banjir landa Kongo, 37.000 orang terlantar

GOMA, Kongo

Sekitar 37.000 orang, termasuk 24.000 anak-anak, terlantar di Zongo, Republik Demokratik Kongo, karena banjir, menurut menurut kepala daerah Zongo pada Sabtu.

Walikota Zongo Placide Kumugo Soko mengatakan bencana itu dipicu oleh hujan lebat yang melanda daerah timur laut Kongo sejak Oktober dan situasinya memburuk setelah Sungai Ubangi meluap.

"Orang-orang sangat membutuhkan air, obat-obatan dan makanan," ujar Soko.

Dia mencatat bahwa tujuh dari delapan wilayah di Zongo dilanda banjir.

Menurut Menteri Tindakan Kemanusiaan Steve Mbikayi, banjir telah menyebabkan situasi kemanusiaan yang mengkhawatirkan dan kritis di sepanjang Sungai Ubangi.

Menurut situs berita Actualite.cdAda sekitar 5.137 rumah dan 36.822 orang yang terkena dampak sejauh ini.

Infrastruktur juga hancur, termasuk sekolah, jembatan, bangunan publik dan ratusan hektar tanaman yang terendam air.

Laporan media mengindikasikan bahwa bantuan sangat lambat menjangkau penduduk.

Pada 2019, bencana alam yang dipicu oleh hujan lebat telah menewaskan puluhan warga dan membuat ratusan lainnya mengungsi di wilayah Afrika Timur.

Menurut PBB, Sudan Selatan menyatakan keadaan darurat nasional setelah 420.000 orang melarikan diri dari banjir.

Di Somalia, 370.000 orang terlantar dan sejumlah perkebunan rusak akibat luapan sungai.

Menurut PBB, banjir telah menewaskan hampir 20 orang di negara itu.

Di Ethiopia, lebih dari 200.000 orang mengungsi, sementara di Kenya, setidaknya 17.000 terlantar dan 48 orang tewas.

Menurut sebuah laporan penilaian bencana, setidaknya 70 orang kehilangan nyawa, sementara 177 lainnya terluka oleh bencana alam yang dipicu oleh hujan lebat di Rwanda pada Januari hingga September.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA