AS setujui penjualan jet F-16 senilai USD8 miliar ke Taiwan

Departemen Luar Negeri AS memberitahu Kongres bahwa pihaknya menyetujui penjualan 66 unit pesawat F-16 Block 70 ke Taiwan

AS setujui penjualan jet F-16 senilai USD8 miliar ke Taiwan

WASHINGTON

Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan 66 unit pesawat F-16 Block 70 ke Taiwan senilai USD8 miliar.

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) dari Departemen Pertahanan AS Pentagon memberitahu Kongres bahwa Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui perihal penjualan pesawat tempur tersebut.

Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei menjadi perwakilan Taiwan di Washington karena negara tersebut tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan AS.

Penjualan senjata ke Taiwan ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan negara tersebut, ungkap sebuah pernyataan AS.

Meski secara resmi tidak mengakui kedaulatan negara tersebut, AS sudah lama menjadi pemasok senjata utama Taiwan yang mana diakui China sebagai bagian dari wilayahnya.

Keterlibatan langsung pemerintah AS di Taiwan ini menyebabkan ketegangan diplomatik antara China dan AS.

Menurut China, kebijakan itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional.

Otoritas China mengungkapkan pihaknya akan membalas perusahaan-perusahaan AS atas penjualan senjata ke Taiwan, demi melindungi kepentingan nasional.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, seiring dengan kebijakan One China.

Pada 1949, para pemimpin nasionalis China melarikan diri ke Taiwan demi membangun apa yang mereka sebut "nasionalis Cina", ketika Mao Zedong berkuasa.

China tak menerima kemerdekaan Taiwan, dan sejak itu menganggap pulau tersebut adalah provinsi yang memisahkan diri.

Pada 1979, AS mengakui Republik Rakyat China sebagai “otoritas sah” dengan mengadopsi kebijakan “One-China”.

Namun AS mempertahankan hubungan tak resmi dengan Taiwan. Termasuk menjual senjata bernilai miliaran dolar setiap tahun ke negara pulau itu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA