AS kerahkan 80 personel militer ke Republik Demokratik Kongo

Para personel militer itu untuk melindungi keselamatan warga AS dan fasilitas demokratik di kawasan itu setelah ada kemungkinan rusuh pasca-pemilihan umum

AS kerahkan 80 personel militer ke Republik Demokratik Kongo

ANKARA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Jumat bahwa 80 personil militer telah dikerahkan ke Gabon karena kemungkinan demonstrasi kekerasan di Republik Demokratik Kongo (DRC) setelah pemilihan presiden baru-baru ini.

Dalam sepucuk surat kepada para pemimpin kongres, Trump mengatakan pasukan telah dikerahkan ke ibu kota Libreville untuk "mendukung keamanan" warga negara AS, personel dan fasilitas diplomatik di Kinshasa, DRC.

Trump menambahkan bahwa angkatan pertama pasukan tiba di negara Afrika Tengah pada Rabu dan pasukan tambahan dapat dikirim "jika diperlukan ".

"Personel yang dikerahkan ini akan tetap berada di kawasan itu sampai situasi keamanan di Republik Demokratik Kongo menjadi sedemikian rupa sehingga kehadiran mereka tidak lagi diperlukan," katanya.

Para pemilih di DRC, yang tidak berdekatan dengan Gabon tetapi dipisahkan oleh Republik Kongo, pergi ke tempat pemungutan suara pada 30 Desember untuk memilih presiden mereka berikutnya.

Pemilihan telah ditunda beberapa kali oleh Presiden Joseph Kabila, yang mengatakan bahwa para pemilih belum terdaftar.

Hasil akhir pemungutan suara - pemilihan yang diikuti multi-partai pertama di negara itu sejak 1960 - akan jatuh tempo pada 15 Januari di tengah kekhawatiran akan terjadinya kekerasan.

Kabila, yang mendukung Emmanuel Ramazani Shadary untuk menggantikannya, mengklaim pemilihan itu adil.

Tetapi kandidat oposisi Felix Tshisekedi dan Martin Fayulu mengatakan ada kecurangan.

Semua pihak mengklaim telah memenangkan pemilihan umum tersebut.

Pemerintah Kabila juga memutus akses internet dan menutup Radio France Internationale dan outlet media lokal untuk mencegah peredaran hasil-hasil “palsu”.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA