AS Jatuhkan sanksi pada bank sentral Iran

Trump menyebut itu sebagai ‘sanksi tertinggi yang pernah ditimpakan pada suatu negara’

AS Jatuhkan sanksi pada bank sentral Iran

WASHINGTON 

AS memberlakukan sanksi terhadap bank sentral Iran, ujar Presiden Donald Trump pada Jumat.

Ini merupakan langkah yang dia sebut sebagai serangan tepat pada jantung lembaga keuangan Iran sebagai pembalasan atas serangan akhir pekan lalu di situs minyak utama Saudi.

“Ini sanksi tertinggi yang pernah ditimpakan pada suatu negara,” kata dia kepada wartawan di Gedung Oval saat menjamu Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin, yang juga berpidato di Gedung Oval, mengatakan sanksi itu akan mengakibatkan “tak ada dana lagi untuk” Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, dan akan memutus jalan Iran untuk memperoleh akses ke dana internasional.

“Kami sekarang telah memutus semua sumber dana ke Iran,” kata dia.

Departemen Keuangan dalam keterangannya mengatakan hukuman ekonomi itu menargetkan Bank Sentral Iran, selain juga simpanan kekayaan nasional yang berdaulat, dan Etemad Tejarate Pars Co.

Lembaga itu menuduh simpanan kekayaan Iran sebagai “sumber utama mata uang asing dan pendanaan untuk” elit korps penjaga cabang operasi eksternal, serta kementerian pertahanan Iran.

Departemen Keuangan menduga Etemad Tejarate Pars adalah perusahaan berbasis di Iran yang telah digunakan untuk menyembunyikan pembelian senjata kementerian.

Sigal Mandelker, pejabat tinggi terorisme Departemen Keuangan, mengatakan bahwa dengan memberlakukan sanksi tersebut, AS “menempatkan pemerintah pada maklumat bahwa mereka mempertaruhkan integritas sistem keuangan dengan terus bekerja dengan sayap pendanaan teror rezim Iran, yaitu Bank Sentral negara tersebut.”

“Kami akan dengan keras menegakkan sanksi memutus pendanaan rezim Iran untuk terorisme global dan penindasan domestiknya terhadap rakyat Iran, yang merupakan korban rezim paling lama,” kata dia.

Departemen mencatat bahwa mereka akan terus mempertimbangkan permintaan pengecualian perdagangan dengan Iran untuk produk kemanusiaan, termasuk komoditas pertanian, makanan, obat-obatan dan peralatan medis.

Daftar hitam itu mengikuti serangan terhadap fasilitas-fasilitas kerajaan yang menghambat produksi minyaknya.

Pemberontak Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi AS kian menunjuk Teheran atas serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA