AS akan bagikan identitas pejabat Saudi yang terlibat tragedi 9/11

Pemerintah AS akan membagikan nama pejabat Saudi yang berperan dalam tragedi itu atas permintaan dari keluarga para korban

AS akan bagikan identitas pejabat Saudi yang terlibat tragedi 9/11

WASHINGTON

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) akan membagikan identitas pejabat Arab Saudi yang dituduh terlibat dalam insiden serangan 11 September 2001 di gedung World Trade Center (WTC) dan Pentagon kepada pengacara keluarga korban.

Berdasarkan pernyataan dari pejabat Departemen Kehakiman, media AS melaporkan pemerintahan Trump akan membagikan nama pejabat Saudi yang berperan dalam serangan itu atas permintaan dari keluarga para korban.

Pejabat kementerian mengatakan identitas orang itu akan tetap dirahasiakan hingga saat ini dan hanya akan dibagikan kepada pengacara-pengacara keluarga para korban.

Namun, pengacara-pengacara itu berhak mengajukan agar informasi ini dapat dibagikan kepada masyarakat luas.

Keputusan AS itu muncul ketika Trump mendapatkan kritik karena kedekatannya dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, sehari setelah peringatan ke-18 tahun serangan 11 September.

Keluarga para korban mengirim surat kepada Presiden Trump beberapa bulan yang lalu. Mereka menuntut pertanggungjawaban kepada orang Saudi yang terlibat dalam serangan itu.

Pada Desember 2001, pemerintah AS merilis rekaman suara di mana bin Laden mengaku bertanggung jawab atas serangan di gedung World Trade Center (WTC) dan Pentagon.

Serangan itu dilakukan dengan menggunakan tiga pesawat penumpang yang dibajak oleh al-Qaeda.

Pesawat keempat, yang menargetkan Gedung Putih atau Capitol, jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania, setelah penumpang berusaha merebut kendali pesawat dari para pembajak.

Hingga Juli 2019, sebanyak 1.644 dari total 2.753 korban tewas telah berhasil diidentifikasi.

Peringatan tragedi 9/11 ini berlangsung di tengah karut-marut perundingan damai dengan Taliban, yang menurut Presiden Donald Trump sudah "mati".

Jika negosiasi itu mencapai kesepakatan, maka pasukan AS akan menarik diri dari Afghanistan.

Taliban, yang mengendalikan Afghanistan 18 tahun silam, memberikan tempat perlindungan yang aman bagi bin Laden dan organisasinya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA