55 persen perceraian di Iran akibat narkoba

Iran menjadi rute transit penting dalam perdagangan narkoba ke Eropa dan negara-negara lain karena bertetanggaan dengan Afghanistan

55 persen perceraian di Iran akibat narkoba

TEHERAN 

Sekretaris Jenderal Pusat Anti-Narkoba Iran, Iskandar Mumini, mengatakan bahwa sebanyak 55 persen kasus perceraian di negaranya disebabkan oleh narkoba.

Mumini menginformasikan kepada wartawan di kota Tabriz, Iran, terkait dampak narkoba yang berimbas pada perceraian di negaranya.

Dia menyebutkan bahwa sebanyak 77 persen tahanan di Iran karena masalah narkoba.

Selain itu, Mumini juga mencatat 55 persen kasus perceraian di Iran disebabkan karena tersangkut kasus narkoba.

Pejabat Iran itu meminta para seniman, atlet, dan media untuk membantu mereka dalam meningkatkan kesadaran di masyarakat tentang bahaya narkoba.

Mantan Kepala Kehakiman Iran, Sadik Larijani, pada November 2018 mengumumkan bahwa 70 persen tahanan Iran adalah mereka yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba baik secara langsung maupun tidak langsung.

Iran menjadi rute transit penting dalam perdagangan narkoba ke Eropa dan negara-negara lain karena bertetanggaan dengan Afghanistan yang merupakan produsen 90 persen opium di dunia.

Kerap terjadi bentrokan antara pasukan keamanan Iran dengan kelompok-kelompok bersenjata penyelundup narkoba yang melintasi perbatasan di Provinsi Sistan-Balochistan dari wilayah Afghanistan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA