2.800 warga Turki ajukan suaka ke Swiss sejak percobaan kudeta

Tingkat penerimaan suaka adalah 62 persen, lebih tinggi dari tingkat keseluruhan warga negara lain

2.800 warga Turki ajukan suaka ke Swiss sejak percobaan kudeta

JENEWA 

Sekitar 2.800 warga Turki mengajukan suaka ke Swiss sejak upaya kudeta Organisasi Teroris Fetullah (FETO) di Turki pada Agustus 2016, lansir media lokal NZZ am Sonntag.

Menurut Sekretariat Negara untuk Migrasi (SEM) Swiss, ada peningkatan permohonan sebesar 130 persen dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya.

Juru bicara sekretariat Lukas Rieder mengatakan bahwa peningkatan pencari suaka Turki disebabkan oleh situasi internal di Turki, seperti upaya kudeta yang dikalahkan dan upaya anggota kelompok teror FETO untuk mendapatkan suaka.

Sementara itu, Turki mengeluhkan bahwa negara-negara Eropa telah gagal mengakui FETO sebagai kelompok teror dan tidak mematuhi permintaan ekstradisi.

Tingkat penerimaan aplikasi suaka warga negara Turki di Swiss adalah 62 persen, lebih tinggi dari tingkat keseluruhan bagi warga negara lain.

Pada Juli lalu, warga negara Turki juga menjadi pemohon suaka terbanyak kedua.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat Fetullah Gulen melancarkan kudeta yang berhasil digagalkan pada 15 Juli 2016, menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 lainnya terluka.

Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA