Ribuan Hektar Sawah di Ciamis Terancam Kekeringan

CIAMIS, FOKUSjabar.com Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketanahan Pangan Kabupaten Ciamis mencatat dari 35 ribu hektar lahan persawahan, sebanyak 8000 hektar terancam kekeringan saat musim kemarau tahun ini, dimana lahan ini termasuk dalam sawa

Ribuan Hektar Sawah di Ciamis Terancam Kekeringan

CIAMIS, FOKUSjabar.com : Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketanahan Pangan Kabupaten Ciamis mencatat dari 35 ribu hektar lahan persawahan, sebanyak 8000 hektar terancam kekeringan saat musim kemarau tahun ini, dimana lahan ini termasuk dalam sawah tadah hujan. "Dari 35ribu hektar itu adalah 8000 hektar sawah tadah hujan, kondisinya harus diselamatkan, kalau untuk puso atau kekeringan belum ditemukan," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kustini saat Rakor Penanggulangan Kekeringan di Aula Dinas, Selasa (5/9/2017). Upaya penyelamatan yang dilakukan dengan menyuplai air menggunakan pompa, sejauh ini Dinas telah memerikan bantuan pompa yang sudah ada di kelompok sebanyak 1131 unit. "Kami juga memiliki pompa ukuran besar 8 inci yang bisa digunakan oleh masyarakat yang memerlukan. Para petani juga harus mengoptimalkan saluran," ungkapnya. Di kondisi kemarau ini, masyarakat dihimbau untuk tidak memaksakan menanam padi karena memerlukan pasokan air yang cukup banyak. Sebaiknya petani menanam palawija seperti jagung, kedelai atau sayuran. "Memang yang 8000 hektar ini termasuk yang percepatan tanam, tetapi yang bulan maret sudah panen. Hanya yang bulan april ada keterlambatan. Setelah panen para petani menanam lagi tetapo di musim kering ini sebaiknya ditanam palawija," ungkapnya. Sementara itu, Bupati Ciamis Iing Syam Arifin mengatakan sejauh ini kekeringaj belum ada. Hanya kemungkinan kekeringan itu ada di 8000 hektar. Iing menginstruksikan untuk penyelamatan dengan sara mendorong sarana dan prasarana bagi para petani. "Menghadapi musim kering ini kepada yang sudah panen harus hati-hati, ini tugas PPL memberikan penjelasan jangan memaksakan menanam padi. Memang sejauh ini pemikiran petani masih kepada padi terus, ada waktunya palawija, kedelai nilainya tinggi perawaran ringan," pungkasnya. (Hermansyah/Vina)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA