Guru TK di Ciamis Harus Tingkatkan Inovasi

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Ciamis, Wiwin menyatakan, guru taman kanak kanak (TK) saat ini harus meningkatkan inovasi untuk menarik para murid masuk TK. Kata dia, kurangnya minat orangtua untuk menyekolahkan anak

Guru TK di Ciamis Harus Tingkatkan Inovasi

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kabupaten Ciamis, Wiwin menyatakan, guru taman kanak-kanak (TK) saat ini harus meningkatkan inovasi untuk menarik para murid masuk TK. Kata dia, kurangnya minat orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya di Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Ciamis hingga mencapai 30 persen dari sebelumnya, karena para orangtua lebih memilih memasukan anaknya kepada lembaga non formal. "Memang adanya lembaga non formal ada dampaknya untuk jumlah murid di TK. Sedikit mengalami kekurangan sekitar 30 persen," katanya saat roadshow Pembinaan IGTKI-PGRI Kabupaten Ciamis, Banjar dan Pangandaran di Gedung Islamic Center Kabupaten Ciamis, Minggu (24/9/2017). Wiwin menjelaskan, untuk anak usia 3 sampai 6 tahun, orangtua memasukan anaknya ke lembaga non formal. Sementara untuk anak usia 4-6 tahun umumnya di Taman Kanak-kanak. Sehingga otomatis karena sudah tanggung masuk di lembaga non formal, anak setelah usia 6 tahun langsung masuk Sekolah Dasar (SD). "Untuk itu dengan pembinaan ini, para guru TK bisa lebih inovatif, kreatif sehingga orangtua lebih tertarik untuk menyekolahkan anaknya di TK. Bisa memberikan yang terbaik untuk lembaga," ungkapnya. Pembinaan ini sebagai ajang silaturahmi antar para guru TK, sehingga bisa membangun sinergitas untuk menciptakan anak yang berkualitas dan berkarakter. "Dalam kesempatan ini juga untuk menyosialisasikan visi dan misi IGTKI-PGRI, dengan membangun loyalitas dan sinergitas untuk mencapai visi organisasi IGTKI-PGRI," pungkasnya. (Hermansyah/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA