Kota Sukabumi Tidak Memanusiawikan Pejalan Kaki

Kota Sukabumi, tak membuat nyaman pejalan kaki. Di sejumlah titik keramaian, hak pejalan kaki, seperti trotoar dan ruang hijau disita oleh pemarkir kendaraan dan pedagang kaki lima (PKL). caption id attachment 71632 align aligncenter width 45

Kota Sukabumi Tidak Memanusiawikan Pejalan Kaki

Oleh: Mochamad Satiri SUKABUMI, FOKUSJabar.com:Kota Sukabumi, tak membuat nyaman pejalan kaki. Di sejumlah titik keramaian, hak pejalan kaki, seperti trotoar dan ruang hijau disita oleh pemarkir kendaraan dan pedagang kaki lima (PKL). [caption id="attachment_71632" align="aligncenter" width="450"] Suasana Parkir semrawut dan Pedagang ditrotoar di Jalan H Juanda kota Sukabumi.(Foto : Mochamad Satiri)[/caption] Karena itu selain terlihat semrawut kota,  kondisi ini juga menambah kekumuhan jika terus dibiarkan. Titik kota yang tampak semrawut diantaranya  Jalan A Yani, Jalan H Juanda dan Jalan RE Martadinata. Karena itu tak jarang keluhan warga pejalan kaki seusai melintas di jalan tersebut. " Mau jalan kaki  saja sekarang serba salah, lewat trotoar sudah penuh oleh pedagang,  mau berjalan sepanjang marka jalan sudah penuh oleh kendaraan yang parkir baik mobil maupun motor," keluh Usin pejalan kaki, warga Warudoyong, Kota Sukabumi Selasa  (18/2). Diakui  Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Rahmat Sukandar. Menurut dia," untuk penertiban lahan parkir memang harus cepat diatasi, agar tidak semrawut. Namun Hal tersebut tidaklah mudah, karena menyangkut hidup orang banyak, saat ini Pemkot Sukabumi   terus mengkaji agar semua pihak tidak dirugikan. Dinas Perhubungan  sebagai leading sektor, rencananya  dalam waktu dekat akan menertibkan marka jalan dengan memberi intruksi terhadap rekanan  yang mengelola perparkiran di Kota Sukabumi untuk membuat batas parkir kendaraan. Menurut Rahmat, tentu saja hal ini perlu pengawasan terus menerus agar keindahan kota tetap terjaga. "Bayangkan saja volume jalan  luasnya tidak berubah, sedangkan volume kendaraan bertambah. Jika tidak diatur tentu saja akan menjadi permasalahan dan ada pihak pihak yang dirugikan." jelasnya.(ADR)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA