WNI sandera Abu Sayyaf tewas

Hariadin tewas saat berenang menuju Pulau Bangalao untuk menghindari baku tembak

WNI sandera Abu Sayyaf tewas

JAKARTA 

Pemerintah mengungkapkan WNI bernama Hariadin yang disandera kelompok Abu Sayyaf meninggal di perairan Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina Selatan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Hariadin meninggal akibat tenggelam di laut setelah terbebas dari penyanderaan.

"Sementara itu, [sandera lainnya] Heri Ardiansyah dapat diselamatkan," jelas Arrmanatha.

Dia menambahkan, Hariadin dan Heri Ardiansyah, berenang ke Pulau Bangalao guna menghindari baku tembak antara Angkatan Bersenjata Republik Filipina (AFP) dan Abu Sayyaf.

Pemerintah Indonesia, kata Arrmanatha, mengungkapkan duka cita mendalam kepada keluarga Almarhum Hariadi.

Dia juga mengatakan Kementerian Luar Negeri telah berkomunikasi dengan keluarga kedua WNI di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan di Sandakan, Malaysia, untuk mengabarkan peristiwa tersebut.

Rencananya, lanjut Arrmanatha, Heri Ardiansyah dan jenazah Hariadin akan tiba hari ini di pangkalan militer Westmincom di Zamboanga City untuk diserahterimakan kepada wakil Pemerintah Indonesia.

Selanjutnya Pemerintah Indonesia akan memulangkan keduanya ke Indonesia.

Arrmanatha menambahkan sejak akhir Februari 2019, Divisi 11 AFP yang didukung oleh Tim BAIS TNI melakukan operasi pembebasan sandera dan terus memberikan tekanan kepada para penyandera.

Perkembangan terakhir, ujar Arrmanatha, para penyandera terdesak di Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina Selatan.

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf menyandera Heri Ardiansyah, Hariadin dan warga negara Malaysia Jari bin Abdullah dari kapal nelayan SN259/4/AF di perairan Kinabatangan, Sandakan, Malaysia, pada 6 Desember 2018.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA