Thailand mulai terapkan kemasan rokok tanpa merek

Thailand menjadi negara pertama di Asia yang menerapkan kemasan rokok tanpa merek, dan akan diterapkan di Singapura tahun depan

Thailand mulai terapkan kemasan rokok tanpa merek

Thailand mulai menerapkan kemasan rokok tanpa merek pada Selasa (10 September), dan menjadi negara pertama di Asia yang memperkenalkan apa yang dikatakan para aktivis adalah cara yang efektif untuk mengurangi daya tarik merokok.

Pada 2012, Australia menjadi negara pertama yang mengharuskan produk tembakau dijual tanpa logo merek yang berwarna-warni.

Sejak itu, sejumlah besar negara Eropa mengikuti, termasuk Prancis, Hongaria, dan Inggris.

Tahun lalu Thailand setuju untuk mematuhi pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan kemasan baru tanpa merek telah muncul di toko-toko pada Selasa.

Pengusaha rokok memiliki waktu hingga 8 Desember 2019 untuk menghapus persediaan rokok sebelum menghadapi denda hingga 40.000 baht (sekitar USD1.300).

Kemasan standar ini mewajibkan perusahaan rokok gambar grafis dampak tembakau pada tubuh perokok dan tanpa mencantumkan logo atau merek rokok, sementara perusahaan ditulis dengan font biasa.

Cara seperti ini dipercaya akan membuat produk rokok tersebut kurang menarik bagi pembeli, kata Prakit Vathesatogkit, wakil ketua Aliansi Pengendalian Tembakau Asia Tenggara.

"Untuk non-perokok, untuk anak-anak, mereka cenderung memulai jika tidak diterapkan kemasan rokok tanpa merek," kata Prakit, yang terlibat dalam upaya advokasi, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Di Asia Tenggara, ada lebih dari 246 juta perokok, di mana pegiat pengendalian tembakau mengatakan harga rokok yang rendah membantu menjadikan kawasan ini sebagai salah satu dengan konsumen tembakau terbesar di dunia.

Di Thailand, dampak kesehatan rokok sangat besar dan penyakit yang berhubungan dengan merokok adalah penyebab utama kematian.

Singapura akan menerapkan pembatasan serupa pada kemasan tahun depan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA