Thailand, Jepang kembangkan obat malaria berteknologi luar angkasa

Peneliti mengirimkan protein parasit malaria ke luar angkasa untuk mengurai struktur dan mengembangkan obat penangkal

Thailand, Jepang kembangkan obat malaria berteknologi luar angkasa

Peneliti Thailand dan Jepang mengirimkan protein parasit malaria ke luar angkasa untuk mengurai struktur dan mengembangkan obat penangkal.

Protein hasil ekstrak parasit penyebab malaria itu dikemas ke dalam kapsul yang disebut Dragon-X dan diorbitkan pada 26 Juli lalu untuk mengitari bumi.

“Kristalisasi protein dalam kondisi tanpa gravitasi memberikan gambaran yang lebih baik ketimbang di bumi,” ujar Ammarin Phimnu peneliti Geo-Informatika dan Teknologi Antariksa Thailand (Gistda), seperti dikutip Bangkok Post.

Ini merupakan proyek bersama antara Gitsda dengan Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang (Jaxa).

Proyek ini, lanjut Ammarin, berupaya mengurai struktur parasit tersebut demi mengembangkan obat baru yang dapat menyembuhkan malaria.

Bulan lalu, kapsul Dragon X mendarat di bumi, tepatnya di lepas pantai selatan California.

Tepatnya 483 kilometer dari Long Beach, California.

Kapsul dikirimkan kembali ke Jaxa, kemudian ke Thailand.

Lebih lanjut Ammarin mengatakan bahwa peneliti kedua negara akan menggunakan sinar laser berteknologi synchrotron untuk mempelajari struktur genetik protein malaria.

Proses itu dilakukan laboratorium Gistda di Distrik Lak Si, Bangkok.

Dengan mengurai struktur genetiknya, kata Ammarin, peneliti akan mengamati bagaimana reaksi protein itu terhadap obat-obatan tertentu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA