Singapura tak lagi berikan cap paspor untuk turis yang pergi

Ini adalah upaya untuk menyederhanakan dan mempercepat proses imigrasi

Singapura tak lagi berikan cap paspor untuk turis yang pergi

JAKARTA 

Mulai 22 April mendatang, para wisatawan yang meninggalkan Singapura tidak akan mendapatkan cap pada paspor mereka, kata Immigration & Checkpoints Authority (ICA/Otoritas Imigrasi & Pos Pemeriksaan), Rabu.

ICA, seperti dilansir Channel News Asia, mengatakan akan menghentikan penerbitan persetujuan imigrasi keberangkatan, atau prangko tanggal keberangkatan pada dokumen perjalanan, sebagai bagian dari upaya untuk merampingkan proses dan mempercepat proses di imigrasi.

Sebelumnya, semua orang asing yang meninggalkan Singapura akan mendapatkan cap pada paspor dengan tanggal keberangkatan mereka oleh petugas imigrasi.

“Sejak September 2016, pelancong asing yang sidik jarinya telah didaftarkan melalui sistem BioScreen begitu mereka tiba di Singapura berhak menggunakan jalur otomatis ketika mereka meninggalkan Singapura. Mereka tidak menerima persetujuan imigrasi keberangkatan ketika mereka menggunakan jalur otomatis, ”kata ICA.

Ini akan diperpanjang untuk semua orang asing yang meninggalkan Singapura mulai 22 April, katanya.

ICA mengatakan akan menginformasikan pada pihak berwenang asing tentang penghentian dukungan imigrasi keberangkatan.

Pada Senin, ICA mengumumkan bahwa mereka telah memulai uji coba enam bulan untuk izin imigrasi tanpa petugas di Tuas.

Warga Singapura yang menggunakan salah satu jalur otomatis di ruang tunggu pos pemeriksaan tidak diharuskan menunjukkan paspor atau cap jempol untuk izin di jalur ini. Identitas mereka diverifikasi menggunakan retina dan wajah.

Pada Oktober tahun lalu, ICA juga mengumumkan uji coba kartu kedatangan elektronik baru untuk menggantikan kartu kedatangan kertas untuk orang asing yang mengunjungi Singapura.

Wisatawan asing akan dapat mengirimkan informasi perjalanan mereka pada kartu elektronik terlebih dahulu melalui situs web ICA atau aplikasi selulernya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA