Singapura sebut kunjungan Menteri Johor provokatif

Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan Osman Sapian menngunjungi kapal Malaysia yang telah masuk kepada kedaulatan Singapura

Singapura sebut kunjungan Menteri Johor provokatif

JAKARTA 

Singapura menuding Menteri Johor Malaysia telah melakukan tindakan provokatif saat melakukan kunjungan tidak resmi ke kapal Malaysia di wilayah perairan yang disengketakan, lansir Channel News Asia pada Minggu.

Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan Osman Sapian mengunjungi kapal Malaysia yang telah masuk kepada kedaulatan Singapura.

Namun, Kementerian Kelautan Malaysia bersikeras bahwa kedua kapalnya berada di perairan Malaysia.

Kejadian ini memaksa Singapura mengirimkan nota protes kepada Malaysia karena mencederai semangat untuk meredam ketegangan.

"Tindakan provokatif seperti itu bertentangan dengan semangat perjanjian yang dicapai sehari sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan mitranya dari Malaysia, Saifuddin Abdullah, untuk menyelesaikan masalah bilateral dengan tenang dan konstruktif," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Singapura pada Minggu.

Singapura menilai kejadian ini membuat situasi menjadi tidak kondusif untuk pertemuan selanjutnya yang rencananya berlangsung pada Senin.

Untuk itu, Kemlu Singapura pada Sabtu telah mengajukan pembatalan pertemuan dan Malaysia telah menyetujuinya.

Namun Kemlu Singapura masih menyambut baik inisiatif Menteri Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali untuk melakukan kunjungan bilateral dan pertemuan dengan para menteri Singapura.

Media Singapura melaporkan kapal pemerintah Malaysia telah melakukan serangan berulang ke perairan teritorial Singapura dalam beberapa bulan terakhir, setelah Malaysia memperpanjang batas pelabuhan Johor Bahru pada Oktober.

Rabu lalu, Ketua Menteri Johor Osman Sapian melakukan kunjungan ke kapal Pedoman milik pemerintah Malaysia.

Osman memposting foto di Facebook yang menunjukkan kunjungannya di atas kapal.

Singapura dan Malaysia telah berusaha meredam konflik batas maritim dan udara yang telah memicu ketegangan antara kedua negara.

Hubungan kedua negara memanas setelah Malaysia berencana memperluas batas wilayahnya di Johor pada akhir Oktober lalu.

Malaysia juga berencana mengambil alih kendali ruang udara di Johor yang dikelola Singapura sejak 1974.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah pada pekan lalu sepakat membentuk kelompok kerja untuk mempelajari dan membahas masalah-masalah hukum dan operasional terkait sengketa maritim.

Kelompok itu diketuai oleh Perwakilan Tetap Kemlu Singapura Chee Wee Kiong dan Sekretaris Jenderal Kemlu Malaysia Muhammad Shahrul Ikram Yaakob.

Kelompok bersama itu akan melaporkan hasil kerja mereka dalam dua bulan ke depan.

"Kedua Menteri Luar Negeri juga merasa senang dengan perkembangan yang dihasilkan dari pertemuan hari ini, dan menyambut langkah positif yang telah disepakati kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah dengan tenang dan konstruktif," ujar pernyataan bersama kedua menteri.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA