Sidang 1MDB, Najib: Low “kenalan dekat” Tuanku Mizan

Sejak awal Low selalu menyebutkan bahwa dirinya memiliki pengaruh besar di Timur Tengah, ujar mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak

Sidang 1MDB, Najib: Low “kenalan dekat” Tuanku Mizan

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan pebisnis buron Low Taek Jho, yang dikenal sebagai Jho Low, adalah “kenalan dekat” Sultan Terengganu Tuanku Mizan Zainal Abidin dan saudara perempuannya Tengku Datuk Rahimah Sultan Mahmud.

Keduanya adalah tokoh yang membangun Badan Investasi Terengganu Bhd (TIA), cikal bakal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Sejak awal, lanjut Najib, Low selalu menyebutkan bahwa dirinya memiliki pengaruh besar di Timur Tengah.

Najib juga yakin bahwa Low dapat membantu menjaring investor minyak di Timur Tengah.

“Saya berpikir bahwa pengaruh dan hubungan yang dimiliki Low [di Timur Tengah] akan membantu meringankan investasi dan misi 1MDB,” ujar Najib, membacakan naskah pembelaan setebal 243 halaman di hadapan sidang Pengadilan Tinggi Malaysia hari ini, seperti dikutip The Star Malaysia.

Najib mengatakan bahwa pemerintah negara bagian Terengganu, Menteri Besar Terengganu Incorporated (MBTI), dan Tuanku Mizan membentuk TIA bermodalkan RM11 miliar.

Sebanyak RM6 bil di antaranya berasal dari royalty minyak negara, sedang RM5 miliar lainnya berasal dari penerbitan Medium Term Notes Islam (IMTN), dengan jaminan Pemerintah Federal.

“Tapi kemudian pemerintah negara bagian dan MBTI tak setuju dengan ketentuan IMTN, meski sudah disahkan,” kata Najib.

Dampaknya, imbuh Najib, pada 8 Agustus 2009, Kabinet mengizinkan Pemerintah Federal untuk mengambil alih TIA.

“Itu keputusan yang saat itu enggan dibuat demi melindungi pemerintah negara bagian dan Yang Dipertuan Agung dari rasa malu, juga untuk menghindari dampak negatif terhadap obligasi yang diterbitkan Malaysia secara global,” ujar Najib.

Laki-laki berusia 66 tahun itu bersaksi untuk membela dirinya atas tujuh dakwaan penyelewengan dana sebesar RM42 miliar (USD10 juta) di hadapan Hakim Pengadilan Mohd Nazlan Mohd Ghazali.

Dari tujuh dakwaan itu, tiga di antaranya adalah pelanggaran pidana tiga pencucian uang, dan satu penyalahgunaan posisi terkait dana SRC Internasional.

Ada tiga sidang terkait skandal kasus korupsi pengelolaan dana pemerintah 1MDB senilai USD4,5 miliar.

Pertama adalah sidang Najib, dengan tujuh tuduhan penyelewengan RM42 juta atau USD10 juta dari SRC Internasional.

Sidang kedua adalah 25 tuduhan atas dana gelap hampir USD700 juta di rekening pribadi Najib. Sidang ini akan berlanjut pada 6 Januari 2020.

Dan sidang ketiga soal amandemen auditor jenderal. Sidang ini akan berlanjut 9 Januari tahun depan.

Najib membangun perusahaan investasi milik negara 1MDB pada 2019.

Perusahaan ini bertujuan untuk mendorong investasi dan menstimulasi perekonomian Malaysia, dengan fokus proyek pada bidang energi, properti, pariwisata dan agribisnis.

Saat itu, Najib menjadi kepala dewan penasehat hingga 2016.

Karena keterbatasan, pembentukan 1MDB tak menggunakan cadangan devisa bank sentral, seperti umumnya pengelolaan dana pemerintah.

Pemerintah menggalang dana lewat penjualan obligasi, sekaligus membangun usaha gabungan dengan pihak asing, lewat koneksi Low Taek Jho, cucu konglomerat Penang yang memiliki banyak koneksi di luar negeri.

Sayangnya uang tersebut dimanfaatkan untuk pencucian uang dan memperkaya para petinggi perusahaan.

Departemen Kehakiman AS mengatakan setidaknya USD4,5 miliar dana 1MDB ditransfer ke akun-akun bank di luar negeri dan perusahaan cangkang.

Sebagian besar dana itu masuk ke rekening bank Low Taek Jho yang terkenal suka bergaya hidup mewah.

Low dan rekan-rekannya membeli rumah mewah di London, Los Angeles dan New York.

Low juga membeli pesawat jet dan saham di EMI Music Publishing.

Dari tangan Low, aliran dana ini juga masuk ke kantong-kantong selebriti terkenal, di antaranya Leonardo Dicaprio dan model Australia Miranda Kerr.

Dicaprio menerima lukisan mahal karya Picasso seharga USD3,2 juta.

Sementara Kerr menerima perhiasan mewah senilai USD80 juta.

Keduanya mengembalikan barang-barang mewah ini setelah kasus korupsi 1MDB mencuat ke permukaan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA