Seorang WNI dihukum 12 tahun karena berencana menculik Najib Razak

Ali Saifuddin terbukti berencana menculik Najib dan menteri-menteri lain bersama dengan anggota Daesh

Seorang WNI dihukum 12 tahun karena berencana menculik Najib Razak

JAKARTA 

Seorang warga Indonesia dan dua orang mantan tentara Malaysia dipenjara karena terlibat dalam kegiatan terorisme merencanakan penculikan Perdana Menteri Najib Razak dan menteri-menteri lain, lansir Straits Times, mengutip Bernama.

Kedua orang Malaysia, Nor Azmi Jailani dan Mohd Yusri Mohamed Yusof, keduanya berusia 32 tahun, masing-masing dipenjara selama delapan tahun.

Ali Saifuddin, 31, seorang teknisi dari Indonesia dengan status penduduk tetap Malaysia, dijatuhi hukuman penjara 12 tahun.

Mereka dinyatakan bersalah oleh majelis hakim yang beranggotakan tiga orang, dengan hukuman mulai dari tanggal penangkapan mereka pada bulan April 2015.

Ketiga lelaki itu, menurut bukti, berpartisipasi dalam diskusi dengan seorang putra mantan militan Negara Islam Irak dan Suriah (Daesh) untuk menculik empat mantan menteri termasuk Najib.

Mereka ditangkap berdasarkan undang-undang keamanan Malaysia.

Menteri-menteri yang menjadi target mereka adalah mantan wakil perdana menteri Ahmad Zahid Hamidi, mantan menteri pertahanan Hishammuddin Hussein dan mantan menteri pemuda Khairy Jamaluddin.

Bernama melaporkan bahwa Abu Daud Murad Halimmuddin, putra seorang mantan militan, menjalani hukuman penjara 12 tahun karena terlibat dalam terorisme dan ayahnya Murad Halimmuddin Hassan, dipenjara selama 18 tahun.

Murad telah meninggal karena komplikasi jantung pada 2017.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA