Sebanyak 15 orang tewas akibat serangan di Thailand Selatan

Ini adalah serangan bersenjata terbesar dalam beberapa tahun terakhir, ujar aparat keamanan

Sebanyak 15 orang tewas akibat serangan di Thailand Selatan

Sebanyak 15 orang tewas dan empat orang lainnya menderita luka-luka setelah kelompok separatis menyerang sebuah pos pemeriksaan keamanan di Lam Phaya, Distrik Muang, Provinsi Yala, Thailand Selatan, ujar pejabat keamanan, Rabu. 

Mereka juga menggunakan bahan peledak dan menyebar paku di jalan untuk menghambat upaya aparat mengejar mereka.

Ini adalah serangan bersenjata terbesar dalam beberapa tahun terakhir, ujar aparat keamanan.

"Ini sepertinya pekerjaan para pemberontak," ujar Kolonel Pramote Prom-in, juru bicara keamanan regional, seperti dimuat oleh Channel News Asia.

"Ini salah satu serangan terbesar dalam beberapa waktu terakhir," katanya.

Bangkok Post melaporkan bahwa setidaknya ada 10 penyerang. Mereka mendekati sasaran dengan berjalan kaki melalui perkebunan karet dan melakukan serangan sekitar pukul 11.20.

Sebelas warga dan pejabat setempat, tewas di tempat kejadian. Empat lainnya yang terluka meninggal karena luka-luka mereka di Rumah Sakit Yala.

Para pemberontak ini mengambil senapan serbu, dua senapan dan lima pistol dari para korban.

Pada saat bersamaan, dua pos pemeriksaan lainnya juga diserang namun tidak ada laporan korban jiwa.

Pergolakan bersenjata ini sudah berlangsung lebih dari satu dasawarsa di Provinsi Yala, Pattani, dan Narathiwat. Ketiga daerah ini sebelumnya adalah bagian dari kesultanan Muslim Melayu yang merdeka sebelum Thailand mencaplok mereka pada 1909.

Beberapa kelompok pemberontak mengatakan mereka berjuang untuk mendirikan negara merdeka.

Konflik ini sudah menewaskan hampir 7.000 orang sejak 2004, menurut Deep South Watch.

Tidak ada klaim tanggung jawab, seperti yang biasa terjadi dengan serangan di Thailand selatan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA