Pimpinan pertahanan Myanmar, etnis bersenjata bertemu bahas perdamaian

Keduanya membahas perdamaian hingga ke langkah-langkah negosiasi

Pimpinan pertahanan Myanmar, etnis bersenjata bertemu bahas perdamaian

Pemimpin pertahanan Myanmar bertemu dengan Ketua kelompok etnis bersenjata Persatuan Nasional Karen (KNU) untuk membahas perdamaian.

Juru bicara KNU Padoh Saw Hla Tun mengatakan pertemuan antara Jenderal Senior Min Aung Hlaing dan Ketua KNU Saw Mutu Say Poe di Nay Pyi Taw itu membahas langkah-langkah untuk mengimplementasikan negosiasi perdamaian.

“Terutama mendiskusikan kekuatan militer dan pertemuan tingkat tinggi. Kami membuat kemajuan menuju perdamaian,” ujar Padoh Saw Hla Tun, seperti dikutip Myanmar Times.

Senin lalu, para pemimpin senior KNU bertemu dengan Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi, beberapa jam setelah upacara perayaan ulang tahun keempat Perjanjian Gencatan Senjata Nasional.

Mereka mendiskusikan Rapat Koordinasi Implementasi Bersama (JICM), proses perdamaian, dan situasi sebelum sekaligus sesudah pemilihan umum 2020.

Bentrokan antara KNU dan militer terjadi di Distrik Hpapun, Negara Bagian Kayin Maret 2018 lalu.

Bentrokan bermula dari kasus pembangunan jalan di daerah itu dan belum rampung hingga kini.

Oktober lalu, KNU menangguhkan keikutsertaannya dalam proses perdamaian formal, dan kini tengah mencoba untuk melanjutkannya secara resmi.

Pada 2015, KNU menjadi satu-satunya kelompok etnis bersenjata yang menandatangani Kesepakatan Gencatan Senjata Nasional (NCA), dan Saw Mutu Say Poe mempertahankan kontak langsung dengan jenderal senior.

Ketua KNU dan Ketua Jenderal Min Aung Hlaing juga bertemu secara tidak resmi di Yangon pada Mei lalu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA