Oposisi Kamboja siap pulang dari pengasingan

Sam Rainsy, yang selama ini hidup di Brussels, Belgia, akan terbang menuju Kamboja melalui negara tetangga

Oposisi Kamboja siap pulang dari pengasingan

Politisi oposisi utama Kamboja Sam Rainsy dari Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) bertekad kembali ke negara asalnya pada 9 November setelah selama ini melakukan perlawanan dari pengasingan.

Sam Rainsy, yang selama ini hidup di Brussels, Belgia, mengaku akan terbang menuju Kamboja lewat sebuah negara tetangga.

“Para pemimpin CNRP menilai kembalinya Sam Rainsy sebagai momen penting dan kesempatan untuk melakukan dialog dan rekonsiliasi,” kata Wakil Presiden CNRP Mu Sochua di Jakarta pada Rabu.

Sochua meminta Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang telah berkuasa selama hampir 35 tahun, tidak merespons kedatangan Sam Rainsy dengan kekerasan dan upaya pengerahan militer.

“Pengumuman kembalinya para pemimpin CNRP akan menjadi titik balik bagi kediktatoran di Kamboja dan masa depan demokrasi dan stabilitas Kerajaan,” ujar Sochua.

Dia pun mengundang kehadiran komunitas dan media internasional dapat terlibat guna mencegah tindak kekerasan oleh pemerintah Kamboja.

“Anda akan menyaksikan, mencatat, dan melaporkan kepada dunia momen kunci dalam perjuangan untuk memulihkan demokrasi,” kata Sochua.

Sam Rainsy baru-baru ini meminta Perdana Menteri Kamboja Hun Sen untuk tidak menangkap para politisi oposisi saat mereka kembali dari pengasingan yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Kamboja.

"Biarkan orang-orang memilih dengan kaki mereka jika mereka tidak dapat memilih dengan tangan mereka dalam pemungutan suara," kata Sam Rainsy.

Dengan rencana kepulangan ini Sam Rainsy dan beberapa rekannya menghadapi dakwaan pemberontakan bersenjata dan menghadapi hukuman penjara 15 hingga 30 tahun.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA