Negosiasi RCEP rampung pada November

Para menteri dari 16 negara sepakat perundingan harus segera diselesaikan dan hasil negosiasi akan diumumkan pada November

Negosiasi RCEP rampung pada November

Para menteri perdagangan dari 10 negara ASEAN dan enam mitra dagang berkomitmen menyelesaikan negosiasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) pada akhir 2019, lansir Bangkok Post pada Senin.

Wakil Perdana Menteri Thailand dan Menteri Perdagangan Jurin Laksanawisit mengatakan para menteri dari 16 negara sepakat perundingan harus segera diselesaikan dan hasil negosiasi akan diumumkan pada November.

Penandatanganan perjanjian RCEP akan dilakukan pada 2020, kata Jurin dalam konferensi pers pada Senin setelah memimpin Pertemuan Menteri RCEP ke-7 di Bangkok.

Menurut Jurin, Komite Negosiasi Perdagangan RCEP (RCEP-TNC) akan menindaklanjuti pembicaraan pada pertemuan Da Nang di Vietnam, pada 19-27 September.

"Mengingat situasi dan ketidakpastian perdagangan global, begitu terbentuk, RCEP akan mendorong perdagangan dan investasi dan mempromosikan pembangunan ekonomi berkelanjutan untuk 16 negara," kata dia.

Ketika ditanya tentang diskusi lanjutan di Da Nang, Jurin mengatakan para negosiator telah diberitahu bahwa pemerintah ingin negosiasi tersebut diselesaikan.

"Karena itu, mereka akan didesak untuk tetap fleksibel," kata dia.

Jumat lalu, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha juga mengatakan ASEAN dan mitra-mitra dialognya harus menyelesaikan pembicaraan tentang RCEP yang telah lama tertunda pada November ini.

Inisiatif RCEP diluncurkan pada November 2012 dengan tujuan membangun kerja sama ekonomi antara 10 negara ASEAN dan enam mitra dialognya - China, Jepang, Korea Selatan, Australia, India, dan Selandia Baru.

Saat ini, negosiator dari semua negara telah menyimpulkan pembicaraan tentang tujuh dari total pasal, yang meliputi bea cukai dan fasilitasi perdagangan; pengadaan negara; kerja sama ekonomi; dan UKM.

Sedangkan 17 pasal tersisa menyangkut berbagai masalah mulai dari e-commerce hingga persaingan usaha, hak kekayaan intelektual, telekomunikasi dan ekspansi pasar untuk barang, hingga layanan dan investasi.

Negosiasi telah berlangsung selama hampir tujuh tahun melalui berbagai tahapan pembicaraan.

Pembicaraan terhambat oleh kurangnya perjanjian perdagangan bebas antara beberapa mitra, seperti China-Jepang, India-China, dan India-Australia-Selandia Baru.

Setelah RCEP selesai, 16 negara akan membentuk blok perdagangan regional utama yang mencakup sekitar 3,56 miliar orang dan menyumbang sekitar sepertiga dari produk domestik bruto dunia.

Volume perdagangan gabungan antara penandatangan akan melebihi USD10,3 triliun atau setara dengan 29 persen dari perdagangan dunia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA