Myanmar tangkap biksu nasionalis setelah 2 tahun buron

Dia juga dikenai dakwaan terpisah dari pasal yang sama karena memantik kekerasan komunal antara umat Budha dan Muslim di Kota Mingalar Taung Nyunt di Yangon pada Mei tahun yang sama

Myanmar tangkap biksu nasionalis setelah 2 tahun buron

JAKARTA

Kepolisian Yangon, Myanmar, menangkap biksu nasionalis U Pyinya Wuntha yang buron hampir dua tahun, lansir The Irrawaddy.

Biksu tersebut terjerat dakwaan Pasal 505 (b) UU Pidana berisikan larangan melakukan pelanggaraan terhadap negara atau ketenangan publik, setelah turut serta dalam demonstrasi anti-pemerintah selama empat hari pada Agustus 2017 lalu di dekat Pagoda Shwedagon, Yangon.

Dia juga dikenai dakwaan terpisah dari pasal yang sama karena memantik kekerasan komunal antara umat Budha dan Muslim di Kota Mingalar Taung Nyunt di Yangon pada Mei tahun yang sama.

Pada 15 Mei 2019 dia kembali muncul—setelah lama buron—bersama kaum nasionalis lainnya yang memaksa penutupan sejumlah ibadah sementara masyarakat Muslim di Kotapraja Dagon Selatan Yangon.

Senin lalu, ketika ditangkap, biksu itu tengah berada di pusat kota Yangon dalam demonstrasi mendukung U Wirathu, seorang biksu nasionalis lain yang tengah bersembunyi dari kasus dugaan menghasut pemerintah.

Letkol Polisi Hla Yi dari Kepolisian Yangon mengatakan bahwa U Pyinya Wuntha ditangkap setelah rapat umum Senin malam.

“Dia ditangkap dengan surat perintah yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kota Bahan,” kata Hya Li, merujuk pada kota tempat demonstrasi 2017 berlangsung.

Seorang perwira Kantor Polisi Bahan mengatakan setelah ditangkap, biksu itu dijebloskan ke Penjara Insein.

Jika terbukti bersalah, masa penahanan biksu itu akan diperpanjang hingga dua tahun.

Sementara Pengadilan Distrik Barat Yangon mengumumkan akan mengadili U Wirathu yang didakwa Pasal 124 (a) UU Pidana dan masih buron secara in abstentia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA