Myanmar sembuhkan hemofilia dengan nuklir

Federasi Dunia Hemofilia memperkirakan terdapat 3900 orang penyidap hemofilia di Myanmar

Myanmar sembuhkan hemofilia dengan nuklir

Myanmar berhasil melakukan prosedur baru untuk menyembuhkan hemofilia menggunakan energi nuklir.

Kepala Unit Hematologi dan Onkologi Rumah Sakit Anak Yangon Daw Aye Aye Khaing mengatakan prosedur itu bernama Yttrium-90 radioactive synovectomy, yang telah dilakukan terhadap empat pasien.

“Keempatnya dalam kondisi baik setelah perawatan. Dua di antaranya sudah keluar dan dua lainnya masih dalam perawatan intensif,” ujar Khaing, seperti dikutip Myanmar Times.

Operasi tersebut dilakukan hasil kerja sama Kementerian Kesehatan dan Olahraga dengan Federasi Dunia Hemofilia dan Royal Free London NHS Foundation Trust.

Salah satu pasien itu adalah Maung Yan Paing Hein, 16, warga Kota Tarmwe, Myanmar.

Hein menderita hemofilia sejak dia masih bayi.

“Saya benar-benar berterima kasih kepada semua dokter dan pejabat rumah sakit yang sudah membantu. Saya sangat senang karena perawatan berhasil,” ungkap dia.

Yttrium-90 radioactive synovectomy adalah pengobatan untuk nyeri sendi akibat artritis atau penyakit lainnya.

Tujuannya untuk menghancurkan jaringan spesifik penyebab kemerahan dan pembengkakan yang diderita akibat hemofilia.

Sedang hemofilia merupakan kelainan darah bawaan yang mengakibatkan perdarahan abnormal dan pembekuan darah yang buruk karena perubahan genetic.

Pendarahan berlebih pada otot dan sendi berpotensi melumpuhkan pasien.

Jika pendarahan itu terjadi di otak, berakibat mematikan.

Federasi Dunia Hemofilia memperkirakan terdapat 3900 orang penyidap hemofilia di Myanmar.

Sebanyak 600 di antaranya terdaftar di empat pusat perawatan hemofilia, yang merawat rata-rata 40 pasien di profilaksis.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA