Maskapai Singapura dan Malaysia sepakat berbagi pendapatan

Ini adalah bagian upaya Malaysia Airlines meningkatkan pendapatan mereka

Maskapai Singapura dan Malaysia sepakat berbagi pendapatan

Singapore Airlines (SIA) dan Malaysia Airlines (MAS) merampungkan perundingan pembagian pendapatan dalam penerbangan antar-kedua negara dan memperluas rute codeshare.

Berdasarkan kesepakatan itu, SIA dan MAS berencana untuk mengoperasikan penerbangan antara Singapura dan Malaysia di bawah pengaturan bisnis bersama.

Selain itu, SIA dan MAS juga berencana mengerjakan kegiatan pemasaran bersama untuk meningkatkan pariwisata jarak jauh ke Malaysia dan Singapura, termasuk potensi pengembangan jalur udara.

"Kami sangat senang dapat membawa kemitraan kami dengan Malaysia Airlines ke tingkat yang baru," kata CEO SIA Goh Choon Phong, seperti dilansir Channel News Asia.

"Ini akan menjadi win-win untuk kedua maskapai kami, dan memberikan manfaat baru bagi pelanggan kami."

Kedua maskapai juga sepakat untuk memperluas rute codeshare mereka. Codeshare adalah perjanjian bisnis yang memungkinkan dua maskapai berbagi penerbangan dengan rute yang sama.

Dengan sistem ini, penumpang bisa membeli kursi di satu maskapai penerbangan namun sebenarnya dioperasikan oleh maskapai rekanan di bawah nomor dan kode penerbangan yang berbeda.

SIA dan MAS saat ini melakukan codeshare untuk penerbangan antara Singapura dan Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching dan Penang.

Berdasarkan perjanjian tersebut, SIA dan SilkAir berencana melakukan codeshare pada penerbangan MAS ke 16 tujuan di Malaysia - Alor Setar, Bintulu, Johor Bahru, Kota Bahru, Kota Kinabalu, Kuala Lumpur, Kuala Terengganu, Kuantan, Kuching, Labuan, Langkawi, Miri, Penang , Sandakan, Sibu, Tawau

Kesepakatan itu juga akan memungkinkan MAS untuk secara bertahap berbagi kode pada penerbangan antara Singapura dan Malaysia, Eropa, Afrika Selatan, dan tujuan lainnya.

"Kami merasa terhormat untuk berkolaborasi bersama SIA dalam menyediakan pelanggan kami produk yang lebih kompetitif antara Malaysia dan Singapura dan kesempatan untuk melakukan perjalanan ke tujuan yang lebih global," ujar CEO MAS Izham Ismail.

"Kemitraan ini lebih dari kemitraan konvensional dan kami percaya pada manfaat timbal balik baik untuk kelompok maskapai penerbangan dan negara."

Kerja sama antara operator dilakukan di tengah kesulitan keuangan MAS.

Maskapai ini berusaha kembali menghasilkan profit setelah dilanda kejadian yang memukul bisnis mereka, yaitu hilangnya penerbangan MH370 dan penembakan MH17 di bagian timur Ukraina.

MAS melakukan efisiensi, meningkatkan layanan, memperkuat codesharing dan usaha patungan dengan maskapai lain.

Bulan ini, MAS mengumumkan codeshare dengan British Airways untuk 14 tujuan.

Menteri Urusan Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan empat investor strategis untuk membentuk sinergi operasi jangka panjang MAS.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA