Malaysia perpanjang izin operasi perusahaan tambang Australia

Perpanjangan ini sekaligus mengakhiri konflik pembuangan limbah Lynas Corp

Malaysia perpanjang izin operasi perusahaan tambang Australia

Malaysia memperpanjang izin operasi perusahaan tambang tanah jarang Australia Lynas Corp selama enam bulan dan mengakhiri konflik pembuangan limbah.

Badan Perizinan Energi Atom mengatakan pada Kamis bahwa lisensi perusahaan tersebut seharusnya berakhir 2 September mendatang, namun pemerintah memperpanjang izin operasi perusahaan selama enam bulan.

Pemerintah Malaysia mengharuskan perusahaan yang berlokasi di Kuantan, Pahang, tersebut untuk mencari lokasi baru pembuangan permanen limbah radioaktif, dengan catatan memperoleh persetujuan regulator.

“Kondisi ini diputuskan setelah pemerintah Australia memberi tahu Malaysia bahwa mereka tak akan menerima residu pemurnian air radioaktif (WLP) dari Lynas,” kata Badan Perizinan Energi Atom, lewat keterangan tertulis, lansir Channel News Asia.

Lynas beroperasi di Malaysia sejak 2012, dengan menggunakan logam tanah jarang yang ditambang dari Gunung Weld, Australia Barat.

Tanah jarang digunakan untuk memproduksi berbagai elektronik, baik untuk militer atau konsumen.

Operasi di Malaysia mendapat protes keras dari aktivis lingkungan karena khawatir dampak limbah radioaktif.

Lyanas berulang kali menekankan bahwa mereka telah mengikuti prosedur dan aturan pemerintah.

Pekan lalu, Perdana Menteri Mahathir Mohammad mengatakan bahwa Malaysia “tak bisa memaksa” Lynas untuk angkat kaki dari negara itu.

“Kami mengundang mereka (untuk berinvestasi) dan kemudian mengusir mereka. Yang lain akan mengatakan negara membuat kesepakatan tapi, ketika ada masalah, kami menendang mereka keluar. Kami tak bisa melakukan itu,” ujar dia.

Jika Malaysia mengusir Lynas, lanjut Mahathir, investor asing lainnya tak akan datang. “Siapa yang mau datang, mereka harus memperoleh kepastian,” kata Mahathir.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA