Malaysia pangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2016

Ini langkah untuk meningkatkan pertumbuhan setelah Malaysia mendapat pengaruh buruk dari perang dagang Beijing-Washington

Malaysia pangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2016

JAKARTA

Bank sentral Malaysia memangkas suku bunganya untuk pertama kalinya sejak 2016 seiring upaya meningkatkan pertumbuhan yang melambat karena ketegangan perdagangan China-AS, demikian dilansir oleh Channel News Asia.

Langkah ini dilakukan ketika bank sentral di seluruh dunia mengadopsi sikap yang lebih dovish (menunda kenaikan suku bunga) dalam menghadapi prospek perekonomian global yang melemah.

Bank Negara Malaysia memangkas suku bunga dari 25 basis poin menjadi 3,00 persen, pengurangan pertama sejak Juli 2016.

Perubahan suku bunga terakhir dilakukan pada Januari 2018 ketika biaya pinjaman meningkat menjadi 3,25 persen.

Bank mengatakan "risiko penurunan pertumbuhan global yang cukup besar berasal dari ketegangan perdagangan yang belum terselesaikan dan pelemahan negara-negara ekonomi utama.”

"Ketidakpastian kebijakan yang meningkat dapat menyebabkan penyesuaian pasar keuangan yang tajam," tambahnya.

Malaysia menunjukkan tanda-tanda terpengaruh oleh perselisihan dagang antara Beijing dan Washington, sementara ekonomi global pada saat yang sama menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Pemangkasan suku bunga terjadi karena bank sentral dari Jepang ke Eropa hingga Amerika Serikat terlihat untuk memberikan dukungan moneter.

Ekspor Malaysia pada Maret turun 0,5 persen dibanding tahun lalu karena berkurangnya ekspor barang elektronik dan komoditas.

Perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar di dunia itu membuat mereka mengenakan tarif barang senilai ratusan miliar dolar.

Harapan resolusi perang itu pupus setelah Presiden Donald Trump pada Minggu mengeluarkan ancaman mengenakan tarif dua kali lipat pada barang-barang asal China.

Pada sisi domestik, bank sentral Malaysia mengatakan bahwa sementara "kondisi moneter dan keuangan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi, meski ada beberapa tanda pengetatan kondisi keuangan".

Pertumbuhan ekonomi 2018 merosot menjadi 4,7 persen, dari 5,9 persen tahun sebelumnya. Pasar saham Malaysia telah menjadi salah satu yang terburuk di dunia tahun ini.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA