Malaysia panggil Dubes AS protes daftar negara rawan penculikan

Malaysia, yang diwakili Sekretaris Kementerian Luar Negeri Zainal Abidin, menyerahkan nota protes kepada Duta Besar AS Kamala Shirin Lakhdhir

Malaysia panggil Dubes AS protes daftar negara rawan penculikan

JAKARTA

Malaysia memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) pada Kamis untuk mengklarifikasi keputusan memasukkan Malaysia sebagai negara rawan penculikan dan penyanderaan.

Malaysia, yang diwakili Sekretaris Kementerian Luar Negeri Zainal Abidin, menyerahkan nota protes kepada Duta Besar AS Kamala Shirin Lakhdhir.

“Malaysia menyatakan keberatan terhadap keputusan AS yang tidak mencerminkan kenyataan di lapangan, terutama peningkatan situasi keamanan di Sabah timur,” ujar Kemlu Malaysia dalam pernyataannya.

Dalam pertemuan tersebut, Lakhdhir menjelaskan AS mengelompokkan setiap negara menjadi empat tingkatan berdasarkan dalam hal situasi keselamatan dan keamanan.

Lakhdhir mengatakan AS menempatkan Malaysia sebagai negara teraman dan memiliki resiko paling rendah secara keseluruhan Malaysia.

Namun, khusus untuk Sabah timur, AS menempatkannya pada indikator “K” yang artinya masuk daerah rawan penyanderaan dan penculikan.

Menurut Lakhdhir, AS sebelumnya memasukkan Sabah timur masuk pada indikator "C" (kejahatan) dan "T" (terorisme), yang sifatnya lebih luas.

Sabah Timur kini sudah tidak lagi masuk dalam dua indikator ini.

“Kedua belah pihak sepakat ke depan pemerintah Malaysia mendapatkan informasi sebelum pengumuman itu dibuat,” ujar Kemlu Malaysia.

Kemlu Malaysia menegaskan keamanan dan keselamatan wisatawan di seluruh wilayahnya, termasuk di Sabah timur, sudah menjadi prioritas utama.

“Ini tercermin dari penurunan signifikan kasus penculikan hingga hampir nol tahun lalu,” tambah Kemlu Malaysia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA