Malaysia menolak klaim Menlu Filipina soal Sabah

Hubungan Malaysia dan Filipina kembali menghangat terkait dengan klaim Filipina soal Sabah

Malaysia menolak klaim Menlu Filipina soal Sabah

Hubungan Malaysia dengan Filipina kembali menghangat terkiat negara bagian Sabah, negara bagian terbesar kedua setelah Serawak.

Sabah berada di pulau Kalimantan, berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Utara. Sabah juga menjadi negara bagian terdekat dengan kepulauan Filipina, meskipun dipisah oleh laut China Selatan dan Sulu.

Malaysia menyatakan menolak pernyataan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr tentang Sabah pada Pengarahan Anggaran Komite Pengambilan Keputusan, pada 4 September.

Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan bahwa Malaysia tidak mengakui dan tidak akan pernah menerima klaim dari pihak manapun tentang Sabah.

"Negara bagian Sabah adalah bagian integral dari Malaysia. Fakta ini telah diakui dan diterima oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional sejak pembentukan Federasi Malaysia pada 16 September 1963.

"Oleh karena itu, setiap pernyataan yang menyinggung atau menyindir klaim anakronistis akan ditolak sebagai tidak ramah terhadap Malaysia," katanya dalam sebuah pernyataan di sini, Minggu, seperti dikutip dari Bernama.

Dilaporkan bahwa sekretaris Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr menegaskan kembali klaim Filipina atas Sabah setelah wakil provinsi Lanao del Norte, Khalid Dimaporo, bertanya apakah Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) telah mengalokasikan dana untuk Sabah.

Kementerian Luar Negeri mengatakan Malaysia sangat penting dan bernilai tinggi dalam hubungannya dengan Filipina, secara bilateral dan sebagai mitra di ASEAN, serta organisasi regional dan internasional lainnya. 

"Hubungan Malaysia-Filipina yang terus berkembang dan membawa manfaat timbal balik ke kedua negara dan masyarakat masing-masing tentu tidak pantas menerima komentar yang tidak ramah dan berbahaya seperti itu," kata kementerian itu.



TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA