Malaysia angkat isu Laut China Selatan, Rohingya dalam pertemuan Menhan ASEAN

Malaysia, yang diwakili Menteri Pertahanan Mohamad Sabu, menyatakan keprihatinannya terhadap situasi kekerasan di negara bagian Rakhine Myanmar

Malaysia angkat isu Laut China Selatan, Rohingya dalam pertemuan Menhan ASEAN

Malaysia mengangkat isu Laut China Selatan dan pengungsi Rohingya dalam Pertemuan Menteri Pertahanan Tingkat ASEAN (ADMM) bersama negara-negara mitra, lansir Bernama pada Senin.

Malaysia, yang diwakili Menteri Pertahanan Mohamad Sabu, menyatakan keprihatinannya terhadap situasi kekerasan di negara bagian Rakhine Myanmar.

"Menteri Pertahanan Mohammad Sabu memperingatkan situasi di Rakhine saat ini harus ditangani dengan bijaksana untuk mencegah para pengungsi Rohingya melarikan diri ke ke negara-negara tetangga termasuk Malaysia,” ujar Kementerian Pertahanan Malaysia dalam keterangannya pada Senin.

Mohamad Sabu juga membahas kompleksitas geopolitik yang timbul di Laut Cina Selatan bersama negara-negara mitra.

Dia menekankan perlunya 10 negara anggota ASEAN dan delapan negara mitra dialog, yaitu Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, Republik Korea, Rusia, dan Amerika Serikat untuk menghormati dan mematuhi komitmen yang dibuat ADMM Plus ke-5 pada tahun lalu.

"Semua pihak harus menahan diri dalam melakukan kegiatan (dalam sengketa Laut Cina Selatan) dan menghindari tindakan yang dapat memperumit situasi yang ada," kata dia.

Selain itu, Mohamad Sabu menekankan perlunya ADMM memperkuat hubungan, serta, mengatasi tantangan keamanan non-tradisional termasuk munculnya cybersecurity di ASEAN.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA