Lebih dari 30 ribu warga Malaysia "overstay" di Australia

Malaysia menempati urutan tertinggi dalam hal aplikasi visa Australia dibandingkan dengan negara lain

Lebih dari 30 ribu warga Malaysia

Lebih dari 30.000 warga Malaysia mengalami overstay atau melewati masa tinggal, lapor media lokal Malaysia.

Warga Malaysia tersebut kemudian memperpanjang visa di Australia dengan tujuan mencari kehidupan yang lebih baik,

Bahkan beberapa di antara warga menyatakan statusnya sebagai pengungsi, kata parlemen Malaysia seperti dikutip dari The Star.

Malaysia menempati urutan tertinggi dalam hal aplikasi visa Australia dibandingkan dengan negara lain.

Namun, mereka tidak dianggap sebagai pengungsi, ulas The Star.

"Beberapa orang mengklaim status pengungsi karena alasan pribadi dalam mencari layanan atau kehidupan yang lebih baik di Australia atau di tempat lain," kata Wakil Menteri Luar Negeri Datuk Marzuki Yahya ketika menjawab pertanyaan anggota parlemen Datuk Mohd Salim Mohd Sharif, Selasa.

Salim mengklaim bahwa Komisaris Tinggi Australia untuk Malaysia, Andrew Goledzinowski, baru-baru ini mengungkapkan bahwa sekitar 33.000 warga Malaysia telah overstay dengan visa 90 hari mereka, bahkan ada yang mengklaim berstatus pengungsi.

"Dia (Goledzinowski) juga mengatakan pemerintah Australia telah menerima 4.973 aplikasi untuk visa perlindungan dari Malaysia antara Juli 2018 dan April tahun ini," tambah Salim.

Marzuki mengatakan Putra Jaya bekerja sama dengan Australia memantau warga Malaysia yang mencari status pengungsi atau visa perlindungan.

"Australia sekarang telah menempatkan petugas imigrasi mereka di sini [Malaysia, red] untuk memeriksa aplikasi visa oleh warga Malaysia sebelum mereka melakukan perjalanan ke Australia," tambah dia.

Marzuki menyarankan warga Malaysia untuk mengecek ke otoritas terkait apabila menerima tawaran pekerjaan di luar negeri.

Hal ini untuk mencegah penipuan yang akhirnya menjadikan mereka imigran illegal di luar negeri.

Dia juga menyarankan warga Malaysia yang ingin bepergian ke luar negeri tidak menyalahgunakan undang-undang imigrasi lokal dan asing untuk tinggal.

Dia mengatakan tindakan seperti itu mempersulit warga Malaysia yang ingin belajar, bekerja atau tinggal di luar negeri.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA