Krisis, gaji petinggi Thai Airways dipotong

Upah staf di tingkat operasional tidak akan dipotong

Krisis, gaji petinggi Thai Airways dipotong

Presiden Thai Airways International meminta para eksekutif senior untuk menyetujui pemotongan gaji dan tunjangan mereka untuk membantu maskapai bertahan dari krisis keuangan.

Sumet Damronghcaitham mengatakan bahwa dia telah meminta eksekutif senior untuk secara sukarela memotong remunerasi, pada Senin.

"Ini adalah bagian dari langkah-langkah untuk memotong pengeluaran sehingga Thai Airways dapat mengembalikan daya saingnya dalam bisnis penerbangan, “ujar dia seperti dimuat dalam Bangkok Post.

"Semangat direktur dan eksekutif tingkat tinggi akan menjadi sinyal bagi semua orang di organisasi bahwa sudah saatnya bagi kita untuk bergabung dan melakukan apa pun yang kita bisa untuk membantu organisasi melalui krisis ini. Apa yang dapat dikorbankan harus dikorbankan," kata Sumet.

Dia memberi jaminan bahwa upah staf di tingkat operasional tidak akan terpengaruh.

"Pengurangan biaya tidak akan mempengaruhi kualitas layanan," kata Sumet.

Kementerian Transportasi telah memperingatkan bahwa THAI berisiko bangkrut dengan total utang 245,13 miliar baht. Rencana untuk membeli pesawat baru dengan biaya 156 miliar baht akan menjadikannya maskapai yang paling banyak berutang.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA