Koran tertua di Malaysia, Utusan Melayu berhenti beroperasi

Bisnis perusahaan makin melemah setelah kekalahan UMNO pada pemilu tahun lalu

Koran tertua di Malaysia, Utusan Melayu berhenti beroperasi

Utusan Melayu, koran berbahasa Melayu di Malaysia memutuskan berhenti beroperasi mulai Rabu, setelah mengalami krisis keuangan berbulan-bulan, lansir Bernama.

Dewan Direksi koran yang mulai terbit pada 1939 ini sudah mulai proses “creditors’ voluntary liquidation” pada Senin 7 Oktober.

Perusahaan jugan telah menunjuk kantor akuntan dan konsultan independen UHY Advisory (KL) sebagai likuidator sementara.

“Utusan Melayu membuat pengumuman pada 7 Oktober, bahwa perusahaan tidak bisa melanjutkan bisnisnya.

"Pertemuan perusahaan dan kreditornya direncanakan pada 6 November," kata UHY Advisory (KL) dalam sebuah pernyataan, Rabu.

Pada 30 Agustus, perusahaan ini delisting dari Bursa Malaysia, dengan harga saham terakhir 5,5 sen per lembar.

Ini kejadian pertama kali sejak mereka terdaftar di Bursa Efek Kuala Lumpur pada 1994 dengan puncak penjualan tertinggi sebanyak 350.000 eksemplar dalam sehari.

Dalam sebuah surat edaran yang dikirimkan kepada para karyawannya, CEO Utusan Melayu, Datuk Abd Aziz Sheikh Fadzir mengatakan, Utusan Melayu mengalami masalah bisnis sejak Mei 2018.

Koran ini berperan penting dalam pembentukan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), sebuah partai politik yang memerintah Malaysia selama lebih dari enam dekade setelah kemerdekaan pada Agustus 1957.

UMNO kemudian menjadi pemilik saham mayoritas pada 1950-an hingga akhirnya kalah dalam Pemilu tahun lalu.

Kekalahan UMNO juga membuat koran ini makin kesulitan menjalankan bisnis. Koran ini juga dikenal dengan sikap editorial “nasionalis melayu” yang kuat.

Abd Aziz. mengatakan perusahaan telah mengambil berbagai langkah menyelamatkan bisnis termasuk menawarkan pengunduran diri sukarela para karyawan dan menjual aset untuk meningkatkan arus kas.

Namun, sirkulasi harian Utusan Malaysia dan Kosmo terus menurun, dan perusahaan kehilangan pendapatan iklan sebesar RM4 juta per bulan.

“Gaji pekerja tertunda dan utang tidak dapat dibayarkan tepat waktu. Perusahaan sekarang menghadapi berbagai tindakan hukum dari kreditor, ”kata Abd Aziz.

Hari kerja terakhir karyawan Utusan Melayu adalah hari ini sedangkan hari terakhir layanan adalah 31 Oktober.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA