Kamboja minta Thailand mewaspadai kelompok anti-Hun Sen di kawasan perbatasan

Tokoh oposisi Sam Rainsy akan pulang dan memimpin demonstrasi pada Sabtu mendatang

Kamboja minta Thailand mewaspadai kelompok anti-Hun Sen di kawasan perbatasan

Kamboja meminta Thailand untuk meningkatkan kewaspadaan pada kelompok-kelompok anti-Hun Sen yang memobilisasi dukungan tenaga kerja Kamboja di kota perbatasan Aranyaprathet di Provinsi Sa Kaeo.

Menurut intelijen Kamboja, kelompok-kelompok anti-Hun Sen mencari dukungan pada kelompok pekerja Kamboja di pasar Rong Kluea, distrik Aranyaprathet untuk bergabung pada demonstrasi terhadap Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Sabtu.

Kolonel Benjapol Rodsawat, kepala Kantor Imigrasi Sa Kaeo, mengatakan Thailand tidak akan mengizinkan kegiatan politik luar negeri yang melibatkan banyak massa.

Kolonel Benjapol mengatakan hal itu pada Selasa setelah berbicara dengan Polisi Imigrasi dan militer Kamboja.

Dia sudah mengirimkan petugas ke pasar di perbatasan tersebut dan hanya menemukan penjual dan pekerja di tempat tersebut.

Tidak ada kelompok anti-Hun Sen dan polisi menginstruksikan mereka yang hadir untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik Kamboja.

Petugas juga memeriksa para pelintas perbatasan dengan ketat, mereka diminta melepas topi atau tidak diperbolehkan masuk.

Kamboja meningkatkan penjagaan di pos-pos pemeriksaan sepanjang perbatasannya untuk mencegah Sam Rainsy, penjabat presiden partai oposisi Kamboja, dan pemberontak masuk.

Di Brussels, Sam Rainsy, juga politisi oposisi terkemuka di Kamboja, mengatakan dia siap mengambil risiko dipenjara atau mati demi kembali ke negaranya dari pengasingan.

Sam Rainsy, salah satu pendiri Cambodia National Rescue Party (Partai Penyelamatan Nasional Kamboja/CNRP) berharap rencananya untuk kembali pada Sabtu akan memicu gerakan rakyat yang memaksa Perdana Menteri Hun Sen turun dari jabatannya.

Di Brussel, dia mengaku sedang mencari dukungan dari anggota parlemen-parlemen Eropa dan dia ingin mengakhiri apa yang disebutnya "kediktatoran brutal" Hun Sen.

Pemerintah Hun Sen menuduh oposisi berusaha menggulingkannya dan mengatakan mereka akan ditangkap jika mereka mencoba memasuki Kamboja.

Partai Sam Rainsy disebut-sebut sebagai ancaman bagi partai Hun Sen pada tahun lalu, tetapi dibubarkan oleh pengadilan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA