Indonesia upayakan cari titik temu dalam negosiasi RCEP

Menteri Retno menjelaskan hingga saat ini negosiasi masih terus dilakukan dengan progres yang signifikan walaupun belum mencapai konklusi

Indonesia upayakan cari titik temu dalam negosiasi RCEP

Indonesia masih berupaya mencari titik temu dalam proses perundingan dan negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang melibatkan 10 negara ASEAN dan 6 negara mitra.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menjelaskan perundingan RCEP tidak mudah dan Indonesia memiliki posisi penting sebagai ketua.

“Kita coba dapatkan titik temu walaupun tidak mudah sama sekali dan masih berharap di saat-saat terakhir ada titik temu sehingga pada tanggal 4 November bisa menghasilkan sesuatu,” ujar Menteri Retno di sela-sela rangkaian kegiatan KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Sabtu malam.

Menteri Retno menjelaskan hingga saat ini negosiasi masih terus dilakukan dengan progres yang signifikan walaupun belum mencapai konklusi.

Dia menegaskan bahwa dalam setiap negosiasi yang dilakukan, Indonesia selalu berkiblat pada kepentingan nasional sehingga dalam proses negosiasi, delegasinya selalu mewakili sektor perdagangan, perindustrian, dan sektor lainnya.

“Negosiasi itu take and give, jadi apa yang kita berikan itu sudah dihitung sesuai dengan apa yang kita peroleh,” ujar dia.

Menurut Menteri Retno, dalam perundingan RCEP saat ini masih terjadi kendala di pihak India yang akan coba dibahas oleh Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Narendra Modi di Bangkok dan juga akan dibahas dalam KTT ASEAN-India.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan poin penting dalam RCEP masih terhambat oleh India pada isu jasa (services) dan investasi.

“Tapi sudah ada titik terang, tinggal bagaimana memformulasikan agar bisa mencapai kesepakatan,” jelas Menko Airlangga.

Menurut dia, sistem perpolitikan di India yang memiliki pemerintahan pusat dan negara bagian juga menjadi isu penting lainnya sehingga diharapkan perjanjian bisa diimplementasikan.

“Sebetulnya beberapa negara sudah hampir concluded, tinggal bagaimana dalam bentuk kontekstual yang bisa diterima semua pihak dan sesuai kesepakatan ASEAN, semua terlibat,” jelas Menko Airlangga.

Selain India, Menko Airlangga menyebut ada satu negara lain yang memiliki isu teknis sehingga menghambat kesepakatan RCEP, namun dia tidak ingin menyebut nama negara tersebut.

Sementara Indonesia sudah dalam posisi siap dan telah banyak menandatangani kesepakatan.

“Kita ingin RCEP segera ada konklusi, meskipun ada target penyelesaian sampai kepemimpinan Vietnam berikutnya (2020),” jelas dia.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa RCEP bagi Indonesia akan menjadi blok perdagangan terbesar yang bisa menjadi sangat dinamis sehingga bisa menjadi potensi bagi negara-negara ASEAN untuk bisa mengembangkan ekonominya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA