Indonesia minta AS selesaikan tensi perdagangan dengan China

Permasalahan dagang tersebut harus segera diselesaikan karena apabila terus terjadi berkepanjangan, maka akan berdampak lebih luas lagi bagi dunia

Indonesia minta AS selesaikan tensi perdagangan dengan China

Indonesia meminta agar Amerika Serikat (AS) dapat menghentikan tensi perdagangan dengan China.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan permasalahan dagang tersebut harus segera diselesaikan karena apabila terus terjadi berkepanjangan, maka akan berdampak lebih luas lagi bagi dunia.

Menteri Retno menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-AS di Bangkok, Senin.

Dalam pertemuan tersebut Menteri Retno juga mengatakan bahwa Amerika Serikat adalah mitra penting bagi ASEAN dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Indo-Pasifik.

“Kawasan Asia Tenggara kalau kita lihat banyak sekali aset yang membuat kawasan ini sampai sekarang situasinya masih jauh lebih baik dibanding kawasan lainnya dari segi stabilitas, pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk yang produktif, dan lain-lain,” ujar Menteri Retno.

Dia juga menggarisbawahi bahwa dengan penduduk 647 juta jiwa, maka ASEAN merupakan ekonomi terbesar ketiga di Indo-Pasifik dan terbesar kelima di dunia.

“Potensi yang dimiliki, maka berhubungan dengan ASEAN tidak hanya menguntungkan negara anggotanya saja, tapi juga membawa keuntungan bagi AS,” tambah Menteri Retno.

Selanjutnya, Menteri Retno mengatakan poin kedua dalam pertemuan tersebut adalah terkait Indo-Pasifik dan dia mengajak kembali AS untuk memperkuat kerja sama yang konkret dalam implementasi kerja sama Indo-Pasifik pada empat sektor kerja sama, antara lain maritim, konektivitas, Sustainable Development Goals, dan juga kerja sama ekonomi lainnya.

“Kita juga mengundang AS untuk berpartisipasi dalam rencana Indonesia menjadi tuan rumah Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity forum 2020,” imbuh Menteri Retno.

Dia mengatakan bahwa AS memiliki mekanisme pendanaan melalui International Development Finance Cooperation untuk membiayai kerja sama infrastruktur, konektivitas, digital, dan energi di kawasan Indo-Pasifik yang menunjukkan bahwa kawasan Indo-Pasifik termasuk ASEAN yang masih menjadi prioritas bagi AS.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Retno juga mengatakan bahwa Penasihat Keamanan Nasional AS Robert C. O’Brien yang mewakili Presiden Trump menyampaikan bahwa sampai saat ini ASEAN masih merupakan prioritas bagi AS, dan utusan tersebut juga membacakan surat dari Presiden Trump yang ditujukan untuk para pemimpin ASEAN.

“Dalam pertemuan tersebut, yang disampaikan utusan AS antara lain mengenai upaya untuk terus memperkokoh kemitraan ASEAN-AS, dan Presiden Trump juga mengundang pemimpin ASEAN untuk Special Summit ASEAN-AS 2020,” kata Menteri Retno.

Dia menambahkan bahwa AS menyampaikan dukungan terhadap ASEAN Outlook on Indo-Pacific yang mengutamakan sentralitas dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik.

Sebagai informasi, pertemuan KTT ASEAN-AS hanya dihadiri oleh kepala negara dan pemerintahan dari tiga negara ASEAN sebagai mekanisme troika antara lain Thailand yakni Perdana Menteri Prayut Chan-o-Cha sebagai tuan rumah penyelenggara KTT ASEAN, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc sebagai tuan rumah keketuaan ASEAN 2020, dan Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith sebagai negara koordinator KTT ASEAN-AS.

Mekanisme troika tersebut dilakukan karena negara mitra dalam hal ini Amerika Serikat tidak dihadiri oleh Kepala Negara dan hanya diwakili oleh utusan khusus Penasihat Keamanan Nasional AS.

Negara-negara ASEAN lainnya dalam pertemuan tersebut hanya diwakili oleh Menteri Luar Negeri.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA