Indonesia harap perundingan RCEP selesai secara substansial tahun ini

Perundingan RCEP hampir menyelesaikan seluruh isu perundingan, khususnya terkait teks perjanjian, hanya menunggu konfirmasi persetujuan dari India

Indonesia harap perundingan RCEP selesai secara substansial tahun ini

Indonesia berharap perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dapat selesai secara substansial pada tahun ini, atau dalam pertemuan RCEP Summit di Bangkok, Senin, 4 November mendatang.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan perundingan RCEP hampir menyelesaikan seluruh isu perundingan, khususnya terkait teks perjanjian, hanya menunggu konfirmasi persetujuan dari India.

Dia berharap India dapat segera memberikan sinyal positif sehingga pada KTT RCEP ketiga nanti, kepala negara ataupun kepala pemerintahan dapat memberikan pengumuman perkembangan perundingan RCEP yang signifikan dan rencana ke depan terkait penandatanganan.

Iman menjelaskan penyelesaian perundingan yang melibatkan 16 negara yang berbeda tingkat pembangunan ekonominya tidak mudah.

“Kemajuan perundingannya sangat lambat karena ternyata di antara sesama negara mitra masih ada yang belum memiliki kerja sama FTA,” jelas Iman di Bangkok, Sabtu.

Iman menjelaskan hambatan lain dalam perundingan ini adalah perubahan pemerintahan di negara anggota yang turut memengaruhi dan bahkan memperlambat proses perundingan.

Dia menjelaskan tahun ini menjadi tahun ketujuhnya memimpin perundingan dan hingga saat ini telah dilakukan 28 putaran perundingan regular dan 7 pertemuan intersesi di tingkat Trade Negotiating Committee.

Pertemuan regular Menteri RCEP juga telah berlangsung 7 kali dan 9 kali pertemuan intersesi Menteri RCEP, sementara pertemuan KTT baru berlangsung 2 kali, dan pada 4 November mendatang merupakan KTT RCEP yang ketiga.

Iman mengatakan RCEP diharapkan akan mendorong kemajuan industri negara-negara ASEAN dengan bergabungnya ASEAN dengan keenam mitra ASEAN dalam rantai pasok kawasan (regional value chain) RCEP.

RCEP merupakan Mega Free Trade Agreement terbesar yang mencakup 9 kelompok kerja dan 7 subkelompok kerja sesuai dengan cakupan perundingan yang disepakati.

Cakupan perundingan tersebut antara lain perdagangan barang, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, standar dan kesesuaian, SPS, pengamanan perdagangan, jasa, investasi, kekayaan intelektual, niaga elektronik, kerja sama ekonomi dan teknis, pengadaan barang pemerintah, penyelesaian sengketa, finansial, dan telekomunikasi.

Indonesia memandang RCEP sangat penting dan diharapkan dapat menjadi penyeimbang bagi maraknya langkah proteksionisme yang terus bergulir akhir-akhir ini.

“Bagi Indonesia, RCEP menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi akses pasar ekspor produk unggulan dan masuknya arus investasi di sektor industri bernilai tambah tinggi,” imbuh Iman.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA