Indonesia akan gelar Indo-Pacific Infrastructur and Connectivity Forum 2020

Pada saat outlook Indo-Pasifik diadopsi ASEAN Juni lalu, respon negara mitra sangat positif dan sejak awal ingin bekerja sama

Indonesia akan gelar Indo-Pacific Infrastructur and Connectivity Forum 2020

Indonesia berencana menyelenggarakan Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum tahun 2020 mendatang.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menjelaskan pada saat outlook Indo-Pasifik diadopsi ASEAN Juni lalu, respons negara mitra sangat positif dan sejak awal ingin bekerja sama.

“Kita tahu saat bicara kerja sama, masing-masing negara sudah mempersiapkan financial resources untuk kerja sama,” jelas Menteri Retno di sela-sela rangkaian acara KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Sabtu malam.

Dia menjelaskan Indonesia menyediakan platform untuk berkumpul membahas kerja sama terutama terkait infrastruktur dan konektivitas.

“Kita bisa mulai dari ICT, custom, dan lain-lain dengan potensi kerja sama yang luas,” kata Menteri Retno.

Menteri Retno menjelaskan Indonesia sedang mematangkan konsep yang akan dibagikan ke semua negara ASEAN yang dalam pelaksanaannya akan mengundang negara-negara mitra untuk memberi tahu negara-negara ASEAN perhatian Indonesia untuk menjadi tuan rumah pertemuan.

Menteri Retno melanjutkan setelah outlook diadopsi pada tingkat kepala negara, saat ini pembahasannya harus menukik lebih ke bawah dan teknis sehingga tidak perlu lagi dibahas pada tingkat kepala neagra.

“Waktu pelaksanaannya (forum Indo-Pacific) sedang kita sedang matangkan,” imbuh Menteri Retno.

Dia menjelaskan dengan sudah diadopsinya outlook Indo-Pasifik oleh ASEAN, merupakan bukti bahwa ASEAN bisa memegang sentralitas dan menyebarluaskan dialog, kerja sama, dan lain-lain.

“Tantangan kita agar outlook ini dapat diimplementasikan segera,” lanjut dia.

Dalam konsep Indo-Pasifik ada area kerja sama maritim dan ekonomi dan sudah saatnya ASEAN memegang peran untuk memperkuat kerja sama tersebut.

Menteri Retno menjelaskan pemimpin ASEAN berbicara kondisi dunia saat ini yang penuh ketidakpastian akibat pertumbuhan ekonomi yang direvisi turun sehingga rata-rata para pemimpin termasuk Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya ASEAN untuk memperkuat kerja sama.

“Kalau dibanding kawasan lain, Asia Tenggara situasinya masih jauh lebih baik dari stabilitas politik dan pertumbuhan ekonominya yang masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia,” kata dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA