Indonesia akan dorong DPR ratifikasi Indonesia-Australia CEPA

Kerja sama perdagangan dengan Australia ini bisa meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM, teknologi, investasi, pariwisata, dan juga perdagangan untuk kedua negara setelah diimplementasikan nantinya

Indonesia akan dorong DPR ratifikasi Indonesia-Australia CEPA

Indonesia mengatakan akan melakukan komunikasi intensif dengan DPR untuk mempercepat proses ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensice Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah ditandatangani pada 4 Maret lalu.

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto mengatakan hal tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon John Birmingham di sela-sela pertemuan KTT ke-35 ASEAN di Bangkok.

“Saya mengajak Birmingham untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi untuk memastikan pelaksanaan kerja sama ekonomi,” ujar Menteri Agus di Bangkok, Minggu.

Menteri Agus menjelaskan kerja sama perdagangan dengan Australia ini bisa meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM, teknologi, investasi, pariwisata, dan juga perdagangan untuk kedua negara setelah diimplementasikan nantinya.

Kedua menteri juga membahas komitmen lainnya yang juga menjadi konsentrasi penting Indonesia dari kerja sama IA-CEPA ini, yaitu kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan penambahan kuota Working and Holiday Visa (WHV).

“Guna meningkatkan pemanfaatan IA-CEPA, terutama bagi kalangan bisnis, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam mengembangkan pasar dan mendorong pelaku bisnis kedua negara untuk saling berkunjung dan melakukan penjajakan bisnis di kota-kota dagang,” ungkap Menteri Agus.

Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia juga menyampaikan kesungguhannya dalam menjalankan komitmen terkait Tariff Rate Quota (TRQ) dalam rangka implementasi IA-CEPA serta rencana terminasi Bilateral Investment Treaty (BIT) untuk memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di kedua negara.

Di samping IA-CEPA, kedua menteri mendorong kemajuan perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan proses General Review dari ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA) sebagai upaya peningkatan kerja sama antara kedua pihak.

Isu lain yang diangkat oleh Mendag RI yaitu mengenai perkembangan kasus antidumping atas A4 Copy Paper.

Mendag RI berharap agar Australia dapat menerima putusan Panel tanpa naik banding ke level Appellate Body (AB) pada World Trade Organization (WTO) mengingat ketidakjelasan kondisi AB WTO saat ini dan Menteri Birmingham merespons secara positif usulan Indonesia ini.

Sementara itu, Menteri Birmingham menyampaikan pemutakhiran proses ratifikasi IA-CEPA oleh Australia saat ini sudah sampai pada tahap Senat Parlemen Australia dan menargetkan penyelesaiannya pada akhir November atau paling lambat awal Desember tahun ini.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA