Huawei resmi pasok perangkat keras 5G ke Malaysia

Ini sekaligus menandai kebangkitan perusahaan penyedia peralatan telekomunikasi China setelah dilarang di sejumlah pasar karena kekhawatiran spionase

Huawei resmi pasok perangkat keras 5G ke Malaysia

Huawei Technologies resmi menjadi pemasok perangkat keras untuk jaringan 5G Malaysia, sekaligus menandai kebangkitan perusahaan penyedia peralatan telekomunikasi China setelah dilarang di sejumlah pasar karena kekhawatiran spionase.

Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan Kamis lalu dengan perusahaan telekomunikasi utama Malaysia Maxis, untuk menyediakan peralatan 5G dan membantu membangun jaringan ultra cepat negara itu.

Penandatanganan kesepakatan itu disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

CEO Maxis Gokhan Ogut mengatakan perusahaan yakin tentang kemitraannya dengan Huawei, meskipun “menyadari” sanksi yang dihadapi perusahaan China di sejumlah negara maju.

AS, Inggris, Australia, dan Selandia Baru mencurigai teknologi Huawei digunakan China sebagai mata-mata.

Namun Maxis tak khawatir dengan pelarangan itu.

“Huawei adalah mitra jangka panjang untuk Maxis,” kata Ogut, lansir Nikkei Asian Review.

Warga Malaysia, lanjut Ogut, akan menikmati layanan 5G akhir tahun depan, setelah pemerintah merilis alokasi spektrum yang kompatibel dengan 5G.

CEO Huawei Malaysia Michael Yuan mengatakan perusahaan China terus meraih penghargaan dan memenangkan kontrak dari berbagai negara, meski ada penolakan dari Barat.

“Bahkan pekan lalu, kami diberi penghargaan oleh Cybersecurity Malaysia,” tambah dia.

Perjanjian itu seturut nota kesepahaman yang ditandatangani oleh kedua belah pihak untuk meluncurkan uji coba 5G secara penuh.

Berdasarkan kesepakatan itu, Huawei akan memasok peralatan dan layanan radio 4G LTE dan 5G.

Selain akses ke teknologi 5G, Maxis akan memodernisasi jaringan LTE yang ada agar siap dengan 5G.

Teknologi 5G Huawei memperoleh sederet hambatan, seiring peringatan Presiden AS Donald Trump ke negara ekonomi maju lainnya bahwa peralatan tersebut mungkin berisi “pintu belakang” yang dapat digunakan untuk siberspionase.

Akhir tahun lalu, peralatan yang dipasok Huawei dihapus dari sistem komunikasi layanan darurat di Inggris.

Begitu pula dengan Belanda, terindikasi bahwa Huawei tak akan diizinkan untuk memasok peralatan inti 5G.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA