Gajah liar tewas di Myanmar

Pemburu tak hanya membunuh gajah tersebut namun sekaligus mengulitinya

Gajah liar tewas di Myanmar

Seekor gajah liar betina berusia 23 tahun ditemukan tewas di cagar alam Myinttayar di Kota Ngaputaw, Myanmar, wilayah yang terkenal dengan perburuan gajah.

Departemen Kehutanan Myanmar mengatakan pemburu tak hanya membunuh gajah tersebut namun sekaligus mengulitinya.

Seorang dokter hewan yang memeriksa bangkai gajah liar itu memperkirakan jasad itu tewas dua hari lalu.

Sebelumnya, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) merilis temuan bahwa tahun ini perdagangan kulit gajah menurun.

“Sudah lama sejak kita terakhir kali mendengar tentang pembunuhan gajah liar,” ujar aktivis lingkungan U Tun Lay, seperti dikutip Myanmar Times.

Kulit gajah kerap ditemukan di pasar perbatasan di zona ekonomi khusus seperti Tambang Lar dan Tacheilek, di mana produk-produk satwa liar diperdagangkan secara ilegal dan terbuka.

Pemerintah Myanmar telah mengambil sederet kebijakan untuk mengurangi perdagangan satwa liar ilegal dan perburuan gajah liar.

Di antaranya membangun museum gajah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal pentingnya keseimbangan ekologi bagi kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.

Tahun lalu, Myanmar menaikkan denda dan hukuman penjara bagi pedagang satwa liar ilegal.

Pejabat Departemen Kehutanan dan pemerhati konservasi mengatakan sebagian besar gajah liar itu diburu di wilayah Ayeyarwady dan Yangon.

Di Ayeyarwady, pemburu menewaskan lima dari tujuh gajah liar yang mati tahun ini.

Sedang di Yangon, mereka membunuh tiga dari empat gajah liar yang mati pada periode yang sama.

Kelompok konservasi memperkirakan ada sekitar 1.400-2.000 gajah di Myanmar.

Mereka memperkirakan penurunan jumlah gajah liar terjadi akibat alih fungsi lahan yang melenyapkan habitat mereka dan konflik gajah-manusia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA