Gajah kerdil Borneo mati di hilir sungai Malaysia

Ini merupakan penemuan bangkai gajah kerdil ketiga sejak September lalu

Gajah kerdil Borneo mati di hilir sungai Malaysia

Gajah kerdil Borneo ditemukan mati di sungai di Kinabatangan, Malaysia.

Direktur Departemen Satwa Liar Malaysia Augustine Tuga mengatakan warga setempat menemukan bangkai gajah yang membusuk itu di hilir sungai pada Minggu.

Departemen Satwa Liar Malaysia, lanjut Augustine, telah mengirimkan petugas ke lokasi kejadian untuk penyelidikan dan otopsi.

“Masih terlalu dini untuk menentukan apakah gajah itu menjadi korban pemburu ilegal atau mati karena sebab alamiah,” ujar Augustine, seperti dikutip New Strait Times.

Sejauh ini, lanjut Augustine, petugas juga belum dapat memastikan lokasi pasti kematian gajah, karena tubuhnya mengambang di hilir sungai.

Departemen Satwa Liar Malaysia mencatat ini merupakan penemuan bangkai gajah kerdil Borneo ketiga pada semester kedua 2019.

September lalu, seekor gajah kerdil ditemukan mati dengan luka tembak di sebuah perkebunan di Kalabakan, Tawau, Malaysia.

Juga Oktober lalu, ketika seekor gajah kerdil ditemukan tewas dengan luka tembak di sebuah perkebunan di Beluran, Malaysia.

Pada dua kasus pertama, gajah mati itu ditemukan tanpa gading.

Sejauh ini pemerintah Malaysia telah menangkap enam orang tersangka.

Gajah kerdil atau Elephas maximus borneensis adalah jenis subspecies gajah Asia yang hanya memiliki tinggi sekitar 2,9 meter.

Meski berukuran mini, gajah bertelinga lebar dengan ekor panjang ini sanggup berjalan hingga 13 km.

WWF mencatat populasi gajah kerdil terbesar ada di Sabah, Malaysia, sekitar 1.500-2.000 ekor.

Sedang di Indonesia, populasi gajah kerdil berkisar 30-80 ekor.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA