Gabungan ormas Islam Malaysia tolak ekstradisi Zakir Naik

Majelis Syura Ormas-ormas Islam Malaysia (MAPIM) meniai India tidak ingin mengadili Zakir Naik melainkan untuk menahannya agar tidak bisa lagi berkhutbah

Gabungan ormas Islam Malaysia tolak ekstradisi Zakir Naik

JAKARTA

Gabungan ormas Islam dan NGO Malaysia menolak ekstradisi tokoh populer Muslim Zakir Naik dan mendukung sikap Mahathir untuk tidak mengirimkan ke India.

Majelis Syura Ormas-ormas Islam Malaysia (MAPIM) meniai India tidak ingin mengadili Zakir Naik melainkan untuk menahannya agar tidak bisa lagi berkhutbah.

Organisasi itu menilai tudingan Zakir Naik menghasut tindakan kekerasan dan melakukan pencucian uang adalah tuduhan mengada-ngada.

“Dia tidak memiliki masalah sebelum pemerintah Bharatiya Janata Party (BJP) berkuasa,” ujar Presiden MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid dalam pernyataannya pada Rabu.

Azmi mengatakan klan sayap kanan Hindu Rashtriya Swayamsevak Sangh berada di balik upaya mengekstradisi Zakir Naik dari Malaysia dengan melemparkan isu pencucian uang.

Menurut Azmi, Zakir berulang kali menjelaskan semua prosedur keuangannya sangat transparan.

“Semua dokumen aliran keuangan dan kewajiban hutang pajak telah diserahkan kepada otoritas India,” kata Azmi.

Azmi mempercayai Zakir adalah seorang intelektual Islam yang diakui di seluruh dunia.

“Argumen dan ceramahnya tidak ada unsur menghasut atau menghina agama lain seperti yang didakwa,” kata Azmi.

Azmi juga menegaskan tudingan India kepada Zakir Naik terlibat ledakan bom Mumbai pada 1993 juga tidak dapat dibuktikan.

Sebaliknya, kata Azmi, serangan terhadap Muslim di seluruh India karena kampanye kebencian terhadap Muslim terjadi sangat luas.

“Para pemimpin pemerintahan BJP secara terang-terangan mengungkapkan kebenciannya kepada minoritas Muslim di India dalam pemilihan umum 2019 terbaru,” ujar Azmi.

Senin lalu, otoritas India meminta pemerintah Malaysia untuk mengekstradisi sarjana Muslim Zakir Naik.

Direktorat Hukum India menuding Zakir Naik terlibat pencucian uang sekitar 1,93 miliar Rupee atau Rp400 miliar dan meminta kerja sama interpol untuk menahan tokoh itu.

India kini tengah berupaya mendapatkan surat perintah penangkapan Zakir dari pengadilan Mumbai, yang diprediksi keluar pada 19 Juni.

Surat perintah itu akan memungkinkan otoritas India mengajukan petisi kepada Interpol untuk mengeluarkan Red Notice kepada negara-negara anggota, termasuk Malaysia.

Setelah itu, India akan meminta otoritas Malaysia mengembalikannya di bawah perjanjian ekstradisi kedua negara.

Meskipun Delhi telah membuat permintaan resmi agar Zakir Naik diekstradisi, namun pemerintah Malaysia mengatakan tidak akan memenuhinya kecuali dia melanggar hukum setempat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA